Anggota DPRD Dilecehkan, Ratusan Kader Gerinda di Banggai Desak Pelaku Persekusi Diadili
Senin, 21 April 2025 - 22:28 WIB
loading...
A
A
A
Desakan untuk mengusut tuntas kasus persekusi juga disuarakan oleh Masnawati, Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Banggai.
Ia menegaskan, kehadirannya di Polres Banggai dalam aksi unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas dan perintah langsung partai.
"Bapak ketahui, satu orang kader Gerindra dikorek (usik) maka seluruh kader akan bergerak. Persekusi yang terjadi di Toili saat PSU, kami merasa dilecehkan. Sebagai kader Gerindra kami merasa dilecehkan," cetusnya.
Ia menegaskan, keberadaan kader Gerindra di Toili saat jelang PSU adalah perintah partai yang harus dijalankan.
"Kami punya hak untuk bebas berpolitik, termasuk anggota dewan. Dua rekan kami, saudara kami yang juga Anggota Dewan ditugaskan dalam PSU, dipersekusi," bebernya.
Ia meminta kepada Polres Banggai untuk mengusut tuntas kasus persekusi yang dialami dua kader Gerindra, besutan Prabowo Subianto.
"Kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus mengawal sampai prosesnya benar-benar tuntas. Kami punya hak bebas berpolitik, jangan kami dipersekusi karena kami ditugaskan untuk memenangkan Partai Gerindra," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Suwardi Agis, Anggota DPRD Banggai yang juga korban persekusi di Toili turut memberikan orasinya. Ia menguraikan bagaimana kasus persekusi itu dialaminya.
"Kehadiran kami di sini tak lain untuk mencari sebuah keadilan. Saya dan Pak Lutpi Samaduri hadir di Toili, bukan semata-mata kepentingan Ketua DPC Gerindra Banggai, tapi kami sebagai kader taat dan patuh atas instruksi DPD, bahkan DPP," katanya.
Olehnya, turun melakukan unjuk rasa tak lain untuk mengembalikan Marwah Partai Gerindra di Kabupaten Banggai ini.
"Saya sendiri sebagai korban merasa terzolimi, yang mana saya didobrak di kamar mandi dalam keadaan tanpa busana (telanjang)," tuturnya.
Ia menegaskan, kehadirannya di Polres Banggai dalam aksi unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas dan perintah langsung partai.
"Bapak ketahui, satu orang kader Gerindra dikorek (usik) maka seluruh kader akan bergerak. Persekusi yang terjadi di Toili saat PSU, kami merasa dilecehkan. Sebagai kader Gerindra kami merasa dilecehkan," cetusnya.
Ia menegaskan, keberadaan kader Gerindra di Toili saat jelang PSU adalah perintah partai yang harus dijalankan.
"Kami punya hak untuk bebas berpolitik, termasuk anggota dewan. Dua rekan kami, saudara kami yang juga Anggota Dewan ditugaskan dalam PSU, dipersekusi," bebernya.
Ia meminta kepada Polres Banggai untuk mengusut tuntas kasus persekusi yang dialami dua kader Gerindra, besutan Prabowo Subianto.
"Kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus mengawal sampai prosesnya benar-benar tuntas. Kami punya hak bebas berpolitik, jangan kami dipersekusi karena kami ditugaskan untuk memenangkan Partai Gerindra," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Suwardi Agis, Anggota DPRD Banggai yang juga korban persekusi di Toili turut memberikan orasinya. Ia menguraikan bagaimana kasus persekusi itu dialaminya.
"Kehadiran kami di sini tak lain untuk mencari sebuah keadilan. Saya dan Pak Lutpi Samaduri hadir di Toili, bukan semata-mata kepentingan Ketua DPC Gerindra Banggai, tapi kami sebagai kader taat dan patuh atas instruksi DPD, bahkan DPP," katanya.
Olehnya, turun melakukan unjuk rasa tak lain untuk mengembalikan Marwah Partai Gerindra di Kabupaten Banggai ini.
"Saya sendiri sebagai korban merasa terzolimi, yang mana saya didobrak di kamar mandi dalam keadaan tanpa busana (telanjang)," tuturnya.
Lihat Juga :