Perempuan Jadi Kunci Penurunan Angka Stunting lewat Urban Farming
Senin, 21 April 2025 - 17:20 WIB
loading...
Seminar bertajuk Peran Perempuan dalam Peningkatan Konsumsi Sayuran di Keluarga untuk Menurunkan Angka Stunting Indonesia yang digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Senin (21/4/2025). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Peran perempuan dalam meningkatkan konsumsi makanan bergizi melalui kegiatan urban farming terbukti efektif dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di Indonesia. Hal ini menjadi sorotan utama dalam seminar bertajuk Peran Perempuan dalam Peningkatan Konsumsi Sayuran di Keluarga untuk Menurunkan Angka Stunting Indonesia yang digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Senin (21/4/2025).
Seminar ini dihadiri lebih dari 100 perwakilan kelompok perempuan di Jakarta serta sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia secara daring. Turut hadir kader posyandu, penggiat urban farming, serta instansi dari sektor kesehatan dan pertanian.
Plt Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah menyampaikan, gerakan perempuan di bidang pertanian perkotaan telah memberikan dampak nyata terhadap ketahanan pangan keluarga dan pemenuhan gizi ibu hamil serta anak-anak.
"Kami telah membuktikan, perempuan mampu menjadi ujung tombak pemenuhan gizi keluarga melalui *urban farming*. Ketahanan pangan meningkat, dan gizi seimbang lebih terjaga," ujar Iin.
Urban farming dianggap sebagai solusi praktis dan berkelanjutan, khususnya di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan. Melalui penggunaan benih unggul dan teknologi sederhana, perempuan bisa menanam sendiri sayuran bergizi di rumah, memperkuat akses keluarga terhadap pangan sehat.
Seminar ini dihadiri lebih dari 100 perwakilan kelompok perempuan di Jakarta serta sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia secara daring. Turut hadir kader posyandu, penggiat urban farming, serta instansi dari sektor kesehatan dan pertanian.
Plt Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah menyampaikan, gerakan perempuan di bidang pertanian perkotaan telah memberikan dampak nyata terhadap ketahanan pangan keluarga dan pemenuhan gizi ibu hamil serta anak-anak.
"Kami telah membuktikan, perempuan mampu menjadi ujung tombak pemenuhan gizi keluarga melalui *urban farming*. Ketahanan pangan meningkat, dan gizi seimbang lebih terjaga," ujar Iin.
Urban farming dianggap sebagai solusi praktis dan berkelanjutan, khususnya di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan. Melalui penggunaan benih unggul dan teknologi sederhana, perempuan bisa menanam sendiri sayuran bergizi di rumah, memperkuat akses keluarga terhadap pangan sehat.
Lihat Juga :