Kisah Kerajaan Mataram Bangun Istana Megah yang di Dalamnya Terdapat Masjid

Rabu, 16 April 2025 - 07:44 WIB
loading...
Kisah Kerajaan Mataram...
Kerajaan Mataram membangun istana megah setelah pergantian penguasa dari Sultan Agung ke anaknya Sultan Amangkurat I. Foto: Ist
A A A
KERAJAAN Mataram membangun istana megah setelah pergantian penguasa dari Sultan Agung ke anaknya Sultan Amangkurat I. Kunjungan utusan Belanda pada Juni 1648 mendeskripsikan bagaimana istana Plered ini dibangun. Istana dibangun mewah oleh Sultan Amangkurat I.

Utusan Belanda mendeskripsikan istana dikelilingi bangunan tembok dengan kedua pintu gerbang terbanyak di sisi alun-alun uțara. Di sana juga konon pertandingan tombak kerap diadakan. Sedangkan pintu gerbang satunya lagi terletak di selatan.

Baca juga: Kisah Mpu Prapanca, Penulis Sejarah Majapahit yang Mengungsi ke Lereng Gunung Akibat Hinaan Bangsawan

Keliling dalem yang persegi itu seluas 600 moede atau sekitar 2.256 meter tepat sekali dengan peta yang dibuat lama kemudian atas dasar reruntuhannya.

Dikutip dari buku "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I", dari HJ De Graaf, di dekat pintu gerbang selatan mengalir Kali Opak. Kemudian, tampak pada peta kecil bahwa bentuk dalem bukanlah benar-benar persegi, tetapi seperti belah ketupat.

Sedangkan, kedua lapangan dalam yaitu Kemandungan dan Srimenganti yang harus dilalui sebelum tiba di Prabayeksa atau istana raja itu berada di dalam tembok keliling.

Karena utusan Belanda Jan Vos ketika berkunjung ke Kerta hanya dapat melihat Srimenganti, maka antara lapangan dalam ini dan alun-alun masih disisipkan lagi Kemandungan.

Sementara, GP Rouffaer, peneliti asal Belanda membuat sebuah peta sketsa keraton tersebut berdasarkan sisa-sisa reruntuhan yang masih dapat terlihat pada tahun 1889.

Dia menggambarkan di sebelah Srimenganti sebuah bangunan yang dikelilingi tembok yaitu Suranatan. Sedangkan di sebelah barat alun-alun digambarkannya sebuah masjid.

Rouffaer memberikan keterangan pada peta ini sebagai tembok keraton yang sebelum tahun 1889 diratakan dengan tanah. Tembok ini dahulu setinggi 5-6 meter dan tebalnya 1,5 meter dibangun seluruhnya dari batu bata dan disisipi di sana-sini dengan bata alam.

Permukaan tembok di atas diberi penutup bersegi tiga. Seluruhnya terbuat dari batu alam putih yang diberi bentuk seperti batu bata yang lebar. Rupanya, tembok-tembok masjid juga terbuat dari bahan yang sama dan Rouffaer masih dapat mengikuti bekas tempat berdirinya tembok itu di sisi utara dan barat.

Konon, masih ada tiga deretan ompak yaitu kaki untuk tiang kayu, tetapi sebenarnya dari catatan peneliti Belanda harusnya ada 6 buah. Selain masjid, peneliti Belanda juga menemukan sebuah serambi.

Bangunan istana ini tidaklah dibangun sekaligus dan dalam waktu cepat. Banyak informasi yang menyebutkan pembangunan Istana Plered ini memakan waktu cukup lama dimulai dari pembangunan masjid hingga seluruh bagian istana.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
DKM Raudhatul Jannah:...
DKM Raudhatul Jannah: Bantuan Sapi dari MNC Peduli Sangat Membantu Warga
Iduladha 2026, MNC Peduli...
Iduladha 2026, MNC Peduli Salurkan Hewan Kurban ke Masjid Raudhatul Jannah
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Kepala BGN Diganti,...
Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Rekomendasi
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Berita Terkini
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved