IDI Investigasi Kasus Dokter Kandungan di Garut Lecehkan Pasien saat USG

Selasa, 15 April 2025 - 19:35 WIB
loading...
IDI Investigasi Kasus...
Ketua Umum IDI, Dr Slamet Budianto menyatakan tengah melakukan investigasi terkait viralnya dokter kandungan diduga melakukan pelecehan seksual ketika melalukan pemeriksaan USG kepada ibu hamil di Garut. Foto/Danandaya Aria Putra
A A A
JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tengah melakukan investigasi terkait viralnya rekaman CCTV, dokter kandungan diduga melakukan pelecehan seksual ketika melalukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) kepada ibu hamil di Garut. Dokter tersebut diketahui bernama M. Syafril Firdaus.

"Tadi pagi saya sudah telpon ketua IDI Jawa Barat, (dia) dokter kandungan juga, mereka lagi melakukan investigasi proses," ujar Ketua Umum IDI, Dr Slamet Budianto dalam program One on One yang akan tayang di Sindonews TV pada Jumat (18/4/2025).

Baca juga: Viral! Dokter Kandungan di Garut Lecehkan Pasien Hamil

Dia mengaku heran mengapa di ruang praktek terdapat CCTV. Terlebih jika ada CCTV maka sang dokter harus meminta izin terlebih dahulu kepada pasien.

"Dan apalagi ada CCTV di situ ya. Saya gak tahu siapa yang nyebar. Kok ada CCTV di ruang praktek gitu kan," tuturnya.



Dia menegaskan bahwa IDI berwewenang menginvestigasi kasus tersebut karena berada di luar rumah sakit.

"Kita lagi melakukan tindak lanjut. Karena itu berada di luar rumah sakit. IDI punya kewenangan untuk ke situ," ucapnya.

Baca juga: Profil dr M Syafril Firdaus, Dokter Kandungan di Garut yang Viral Lecehkan Pasien saat USG

Terpisah, aksi mesum dokter kandungan di Garut, Jawa Barat, M Syafril Firdaus telah dibenarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

Kadinkes Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan, pelaku yang diketahui bernama dr Syafril alias dr Iril pernah berdinas di rumah sakit pemerintah. Namun sejak 2024 akhir kontraknya telah dihentikan dan tidak lagi bekerja di pemerintah.

“Mengenai beredarnya vidio tersebut Dinas Kesehatan akan memeriksa lebih lanjut kebenaran video yang beredar. Sebab pada 2024 juga ada laporan terkait aksi dokter tersebut yang melakukan aksi cabulnya sehingga video yang beredar apakah kasus baru atau yang telah lampau,” ujarnya, Selasa (15/4/2025).

Leli Yuliani menyebut pihaknya akan mengklarifikasi kebenaran video tersebut apakah kasus baru atau lama.

“Masih perlu melakukan klarifikasi lagi apakah kasus dulu atau baru lagi tapi sejak 2024 akhir sudah tidak bekerja di fasilitas kesehatan pemerintah,” ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perempuan Bangsa Desak...
Perempuan Bangsa Desak Pendampingan Total Santri Korban Kekerasan Seksual Kiai di Pati
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Temui Hotman Paris,...
Temui Hotman Paris, Korban Pencabulan di Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ungkap Intimidasi dari Keluarga Pelaku
Korban Pencabulan Pendiri...
Korban Pencabulan Pendiri Ponpes Ndolo Kusumo Pati Sudah Lapor Polisi sejak 2024, tapi Malah Dapat Intimidasi
Pendiri Ponpes Ndolo...
Pendiri Ponpes Ndolo Kusumo Pati yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati Ditangkap di Wonogiri!
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Rekomendasi
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Berita Terkini
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved