Kisah Mpu Prapanca, Pejabat Keagamaan Sekaligus Penulis Nagarakretagama Sejarah Peradaban Majapahit
Senin, 14 April 2025 - 07:20 WIB
loading...
A
A
A
Dalam tulisan Jawa kuno yang digunakan untuk menulis piagam-piagam tersebut dan juga Nagarakretagama, nama Nadendra terdiri dari lima aksara yakni: Na, Da, Na, Da, Ra. Taling tidak terhitung sebagai aksara, melainkan sandangan (vokal), tanda e. Jadi, nama Nadendra juga berupa pancaksara lima aksara, cocok dengan pernyataan sang pujangga dalam Nagarakretagama pupuh 32/4.
Baca juga: Riwayat Puluhan Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit di Lereng Gunung Penanggungan dan Lawu
Atas dasar persamaan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa nama Prapanca dalam Nagarakretagama kiranya dapat disamakan dengan Dharmmadyaksa Kasogatan Dang Acarya Nadendra pada Piagam Trawulan dan Piagam Sekar. Nama dharmmadyaksa kasogatan sebelum Nadendra ialah Kanakamuni.
Nama ini terdapat pada piagam - piagam, seperti piagam Sidateka bertarikh 10 tahun 1323, pada zaman pemerintahan Prabu Jayanagara, kepingan 2b, Pungwi Padelengan Dang Acarya Kanakamuni. Kemudian Piagam Batur, Sang Aryadiraja, Dang Acarya Kanakamuni, ketiga berdasarkan Piagam Bendasari tanpa tarikh, pada halaman 1 baris 1-2.
Selanjutnya, pada Sang Aryadiraja, Dang Acarya Kanakamuni pada Piagam Bendasari tanpa tarikh, 3a baris 5 yang berisikan Sang Aryadiraja Dang Acarya Kanakamuni, mahir pengetahuannya dalam sastra kasogatan, agama Budha, dan ilmu bahasa. Demikianlah Dang Acarya Kanakamuni menjadi dharmmadyak kasogatan sejak pemerintahan Prabu Jayanagara 1309-1328, paling sedikit sejak tahun 1323 sampai pada zaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk.
Baca juga: Riwayat Puluhan Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit di Lereng Gunung Penanggungan dan Lawu
Atas dasar persamaan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa nama Prapanca dalam Nagarakretagama kiranya dapat disamakan dengan Dharmmadyaksa Kasogatan Dang Acarya Nadendra pada Piagam Trawulan dan Piagam Sekar. Nama dharmmadyaksa kasogatan sebelum Nadendra ialah Kanakamuni.
Nama ini terdapat pada piagam - piagam, seperti piagam Sidateka bertarikh 10 tahun 1323, pada zaman pemerintahan Prabu Jayanagara, kepingan 2b, Pungwi Padelengan Dang Acarya Kanakamuni. Kemudian Piagam Batur, Sang Aryadiraja, Dang Acarya Kanakamuni, ketiga berdasarkan Piagam Bendasari tanpa tarikh, pada halaman 1 baris 1-2.
Selanjutnya, pada Sang Aryadiraja, Dang Acarya Kanakamuni pada Piagam Bendasari tanpa tarikh, 3a baris 5 yang berisikan Sang Aryadiraja Dang Acarya Kanakamuni, mahir pengetahuannya dalam sastra kasogatan, agama Budha, dan ilmu bahasa. Demikianlah Dang Acarya Kanakamuni menjadi dharmmadyak kasogatan sejak pemerintahan Prabu Jayanagara 1309-1328, paling sedikit sejak tahun 1323 sampai pada zaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk.
(cip)
Lihat Juga :