Ini Kata Peneliti UNS Atas Fenomena Ribuan Cacing di Pasar Gede

Minggu, 03 Mei 2020 - 14:03 WIB
loading...
A A A
Jika suhu di dalam tanah menjadi lebih panas maka cacing biasanya justru akan masuk ke lapisan tanah yang lebih dalam. Tubuh cacing hampir sebagian besar komponennya adalah air. Sehingga mereka menyukai tempat-tempat yang lembab dan tidak tahan terpapar sinar matahari. Jika memperhatikan massa cacing yang muncul ke permukaan tanah di berbagai lokasi berukuran besar-besar, maka asumsi mereka kekurangan makan dan tinggal pada lingkungan yang tidak disukai adalah tidak tepat.

Asumsi ada predator yang datang menyerang tiba-tiba dinilai juga tidak tepat. Sebab predator cacing pada lingkungan tersebut biasanya adalah tikus dan fauna lain yang berukuran besar. Sementara pada saat kejadian juga tidak ada ledakan populasi tikus.Cacing biasanya juga keluar ke permukaan tanah karena mencari jodoh.Hanya saja, memperhatikan kejadian kemarin yang keluar dari dalam tanah adalah massa cacing yang berjumlah ratusan atau bahkan ribuan, maka asumsi mencari pasangan adalah bukan menjadi jawaban.

Cacing akan keluar ke permukaan tanah jika ada larutan yang menyebabkan tubuhnya teritasi masuk ke dalam tanah. Metode menggunakan larutan yang menyebabkan cacing teriritasi sering digunakan untuk mempelajari perilaku, keragaman dan kepadatan populasi cacing di dalam tanah. Metode ini juga banyak digunakan oleh para pemancing ikan untuk mencari cacing sebagai umpan. Larutan yang biasa digunakan sangat beragam, seperti deterjen, formalin 0,04%, larutan mustard, dan lainnya.

Jika dihubungkan dengan masyarakat yang banyak yang menyemprotkan berbagai jenis disinfektan untuk mencegah virus corona (covid-19), maka kemungkinan besar residu disinfektan akan masuk ke lingkungan tanah ataupun badan air permukaan. Jika dihubungkan dengan data kejadian dan curah hujan di wilayah Soloraya, maka hujan yang turun setiap hari dengan tinggi curah hujan sangat ringan hingga lebat selama 16 hari berturut-turut di bulan April 2020.

Dengan melihat fakta ini, sangat dimungkinkan air hujan mengangkut residu disinfektan dan masuk ke ruang pori tanah dimana populasi cacing tanah tinggal. Sehingga menyebabkan cacing teritasi dan naik ke permukaan tanah secara berbondong-bondong untuk menghindari kondisi tidak aman dan mencari habitat baru. Namun sayangnya di permukaan tanah mereka justru terpapar sinar matahari dan mereka juga kesulitan mencari habitat yang baru karena sebagian besar permukaan tanah telah tertutup aspal atau semen.

Cacing yang beruntung masih bisa masuk kembali ke dalam tanah jika menemukan habitat yang baru. Pertanyaan lain muncul mengapa keluarnya baru sekarang dan tidak sejak dulu. “Ya karena penyemprotan disinfektan secara masif di berbagai daerah baru terjadi setelah pandemi Covid-19 ,” terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Kabar Baik, RS Kardiologi...
Kabar Baik, RS Kardiologi Emirates Indonesia Solo Kini Layani Pasien BPJS Kesehatan
Cek Kesehatan Gratis...
Cek Kesehatan Gratis di Solo, Kolesterol dan Tekanan Darah Banyak Ditemukan
Momen Halalbihalal di...
Momen Halalbihalal di Keraton Solo, 2 Kubu Gelar Acara di Lokasi Berbeda
Stafsus Wapres Bertemu...
Stafsus Wapres Bertemu dengan Jokowi di Solo, Bahas Apa?
KA Batara Kresna Sajikan...
KA Batara Kresna Sajikan Pesona Perdesaan di Rute Solo-Wonogiri
Jelang Muktamar, Kiai...
Jelang Muktamar, Kiai Muda NU Konsolidasikan Gerakan Moral dari Solo Raya
Adeging Mangkunegaran...
Adeging Mangkunegaran 2026 Dorong Ekonomi Solo, Multiplier Effect Capai Rp87,9 Miliar
10 Jurusan Paling Diminati...
10 Jurusan Paling Diminati di SNBT 2026 Didominasi D3 dan D4, K3 UNS Teratas
Rekomendasi
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Berita Terkini
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
KM Makmur Jaya Mati...
KM Makmur Jaya Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, 150 Penumpang Dievakuasi
Infografis
Fenomena di Kuwait:...
Fenomena di Kuwait: 34 Menit Menikah vs 75 Menit Perceraian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved