Trump Tuding Salah Urus Covid-19, AS Setop Danai WHO

Rabu, 15 April 2020 - 07:52 WIB
loading...
Trump Tuding Salah Urus...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump berbicara dalam briefing harian tentang COVID-19 di Gedung Putih, Washington, Selasa (14/4/2020). Foto/REUTERS/Leah Millis
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump menghentikan pendanaan Amerika Serikat (AS) untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump menuduh organisasi itu gagal dalam merespons wabah virus corona baru, Covid-19.

Keputusan AS menghentikan pendanaan untuk WHO ini sebagai tindak lanjut dari ancaman Trump sebelumnya.

"Hari ini saya menginstruksikan administrasi saya untuk menghentikan pendanaan Organisasi Kesehatan Dunia, sementara sebuah tinjauan dilakukan untuk menilai...peran organisasi dalam salah urus dan menutupi penyebaran virus corona," kata Trump pada briefing harian tentang krisis Covid-19 di Gedung Putih, Selasa waktu Washington (14/4/2020).

Menurut Trup, AS memiliki kewajiban untuk menuntut akuntabilitas penuh dari badan kesehatan masyarakat.

"Badan kesehatan dunia gagal mendapatkan, memeriksa dan berbagi informasi secara tepat waktu dan transparan," kata Presiden Trump yang menyebut WHO menyembunyikan data penting dalam tahap awal pandemi COVID-19 karena takut menyinggung pihak berwenang di Beijing.

"WHO gagal untuk menyelidiki laporan yang dapat dipercaya dari sumber-sumber di Wuhan yang bertentangan langsung dengan laporan resmi pemerintah China," kata dia.

Trump pertama kali melayangkan gagasan penghentian pendanaan untuk WHO pekan lalu dengan menuduh organisasi itu "China-sentris".

Sekadar diketahui, AS adalah kontributor utama WHO dengan mendanai sekitar USD400 juta hingga USD500 juta setiap tahun. Namun, Trump mengatakan sekarang ada keprihatinan yang mendalam bahwa uang bantuan Amerika itu telah terbuang sia-sia.

WHO dan Beijing menyatakan bahwa respons mereka terhadap pandemi COVID-19 telah benar dan tepat waktu, di mana kedua pihak merilis jadwal yang merinci tindakan mereka langkah demi langkah yang dimulai pada akhir Desember 2019.

Pejabat China juga berulang kali membantah tuduhan menutup-nutupi wabah penyakit tersebut dengan bersikeras bahwa otoritas kesehatan China bekerja dengan masyarakat internasional sejak awal untuk memahami dan menahan wabah di Wuhan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pernah merespons ancaman Trump sebelumnya dengan mendesak semua pihak untuk tidak mempolitisasi virus corona baru. Dia memperingatkan tindakan seperti itu hanya akan menghasilkan lebih banyak kantong mayat.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat Kesehatan AS...
Pejabat Kesehatan AS Desak Washington Rujuk dengan WHO
Inggris Tegaskan Tidak...
Inggris Tegaskan Tidak Akan Ikuti Langkah AS Hentikan Pendanaan WHO
Rekomendasi
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV di Mojokerto Diserbu Peserta dari Berbagai Daerah
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Berita Terkini
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved