Layani Pemudik, Booth Pertangina Didirikan di 51 Titik Strategis
Jum'at, 28 Maret 2025 - 20:44 WIB
loading...
Pemudik menikmati layanan di booth Pertangina. FOTO/IST
A
A
A
CIREBON - Setiap tahun, jutaan masyarakat Indonesia melakukan perjalanan mudik untuk merayakan momen spesial bersama keluarga. Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) telah melakukan survei terkait potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2025.
Hasil survei menunjukkan bahwa jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 146,48 juta jiwa. Jalur darat, pelabuhan, dan bandara menjadi rute utama yang dipadati oleh pemudik. Namun, perjalanan panjang ini tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari kemacetan hingga antrean panjang yang berpotensi menurunkan kondisi fisik pemudik.
Salah satu keluhan yang kerap dialami pemudik adalah masuk angin, akibat perubahan cuaca, kelelahan, dan kurangnya istirahat selama perjalanan. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan dukungan kesehatan menjadi aspek penting dalam memastikan kelancaran mudik tahun ini.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, sejumlah inisiatif telah dilakukan di berbagai titik mudik. Salah satunya adalah penyediaan pos kesehatan di rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, dan titik-titik strategis lainnya. Selain itu, beberapa pihak juga menggelar kampanye kesadaran kesehatan bagi para pemudik.
Salah satunya booth Pertolongan Anti Angin-Anginan (Pertangina) yang didirikan Bejo Jahe Merah di 51 titik mudik yang tersebar di jalur darat, udara, dan laut. Booth Pertangina akan hadir di berbagai lokasi strategis seperti rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, SPBU, dan titik-titik favorit pemudik lainnya. Aktivasi ini berlangsung pada 28-30 Maret 2025 dan akan lebih meriah setelah waktu berbuka puasa.
Hasil survei menunjukkan bahwa jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 146,48 juta jiwa. Jalur darat, pelabuhan, dan bandara menjadi rute utama yang dipadati oleh pemudik. Namun, perjalanan panjang ini tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari kemacetan hingga antrean panjang yang berpotensi menurunkan kondisi fisik pemudik.
Salah satu keluhan yang kerap dialami pemudik adalah masuk angin, akibat perubahan cuaca, kelelahan, dan kurangnya istirahat selama perjalanan. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan dukungan kesehatan menjadi aspek penting dalam memastikan kelancaran mudik tahun ini.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, sejumlah inisiatif telah dilakukan di berbagai titik mudik. Salah satunya adalah penyediaan pos kesehatan di rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, dan titik-titik strategis lainnya. Selain itu, beberapa pihak juga menggelar kampanye kesadaran kesehatan bagi para pemudik.
Salah satunya booth Pertolongan Anti Angin-Anginan (Pertangina) yang didirikan Bejo Jahe Merah di 51 titik mudik yang tersebar di jalur darat, udara, dan laut. Booth Pertangina akan hadir di berbagai lokasi strategis seperti rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, SPBU, dan titik-titik favorit pemudik lainnya. Aktivasi ini berlangsung pada 28-30 Maret 2025 dan akan lebih meriah setelah waktu berbuka puasa.
Lihat Juga :