Habib Syakur Ali Mahdi Minta Panglima TNI Turun Tangan Kasus Penembakan 3 Polisi
Sabtu, 22 Maret 2025 - 19:10 WIB
loading...
Berdasarkan pantauan dari udara, lokasi judi sabung ayam yang digerebek di Way Kanan berujung tewasnya 3 anggota polisi berada di lokasi terpencil dikelilingi hutan. Foto/Ist
A
A
A
WAY KANAN - Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turun tangan menuntaskan kasus penembakan tiga anggota kepolisian oleh oknum prajurit TNI di Way Kanan, Lampung. Habib Syakur menilai pernyataan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar yang menyebut ada setoran bisnis judi sabung ayam kepada polisi di balik motif penembakan itu tidak etis.
Dia memandang pernyataan itu tidak etis dilakukan Kapendam di tengah proses penyelidikan dan penyidikan masih dilakukan secara kolaboratif antara TNI dan Polri, yakni terkait kasus penembakan 2 oknum TNI kepada 3 anggota Polsek Negara Batin pada hari Senin, 17 Maret 2025.
"Panglima turun tangan saja, biar hubungan TNI dan Polri tidak meruncing. Ini berbahaya statemen Kapendam ini menurut saya. Ya, sebab ini kan prosesnya kolaboratif, maka penjelasannya pun harus kolaboratif, jangan main serodok sendiri, tidak baik dalam komunikasi publik," tegasnya dihubungi wartawan, Jumat (21/3/2025).
Baca juga: 3 Polisi Tewas oleh Oknum TNI, Kapendam II Sriwijaya: Koramil-Polsek, Lu Makan Duit
Ulama asal Malang Raya ini pun menyatakan bahwa kasus penembakan maupun bisnis judi sabung ayam harus dituntaskan dan dibuka seterang mungkin. Sebab, keduanya merupakan pelanggaran hukum yang sama-sama harus ditindak dengan tegas.
Dia memandang pernyataan itu tidak etis dilakukan Kapendam di tengah proses penyelidikan dan penyidikan masih dilakukan secara kolaboratif antara TNI dan Polri, yakni terkait kasus penembakan 2 oknum TNI kepada 3 anggota Polsek Negara Batin pada hari Senin, 17 Maret 2025.
"Panglima turun tangan saja, biar hubungan TNI dan Polri tidak meruncing. Ini berbahaya statemen Kapendam ini menurut saya. Ya, sebab ini kan prosesnya kolaboratif, maka penjelasannya pun harus kolaboratif, jangan main serodok sendiri, tidak baik dalam komunikasi publik," tegasnya dihubungi wartawan, Jumat (21/3/2025).
Baca juga: 3 Polisi Tewas oleh Oknum TNI, Kapendam II Sriwijaya: Koramil-Polsek, Lu Makan Duit
Ulama asal Malang Raya ini pun menyatakan bahwa kasus penembakan maupun bisnis judi sabung ayam harus dituntaskan dan dibuka seterang mungkin. Sebab, keduanya merupakan pelanggaran hukum yang sama-sama harus ditindak dengan tegas.
Lihat Juga :