Kisah Perdebatan 2 Pemuka Agama dan Kecerdikan Ken Arok Bunuh Penguasa Tumapel

Selasa, 11 Maret 2025 - 06:09 WIB
loading...
Kisah Perdebatan 2 Pemuka...
Kisah perdebatan dua pemuka agama dan kecerdikan Ken Arok bunuh penguasa Tumapel diulas dalam artikel ini. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A A A
KISAH perdebatan dua pemuka agama dan kecerdikan Ken Arok bunuh penguasa Tumapel diulas dalam artikel ini. Tunggul Ametung tewas pada pemberontakan yang dilakukan oleh Ken Arok.

Pemberontakan ini dilakukan saat sang penguasa Tumapel, sebuah akuwu atau wilayah bawahan dari Kerajaan Kediri saat itu. Tunggul Ametung tewas di kamarnya saat tengah mabuk minuman keras (miras) akibat tikaman keris buatan Mpu Gandring.

Ken Arok berhasil meminjam nama Kebo Ijo yang membuatnya dijatuhi hukuman. Hal ini membuat Kebo Ijo turut diseret dalam peradilan pembunuhan ke sang penguasa Tumapel.

Baca juga: Prahara Singasari Dipicu Lembu Ampal Mengadu Domba Angkatan Perang Kerajaan

Tak hanya Kebo Ijo saja, pendeta Balakangka yang turut menjadi aktor di balik pembunuhan Tunggul Ametung turut dijatuhi hukuman. Keduanya menjadi korban strategi cerdik dari Ken Arok.

Pada peradilan hukuman ke Kebo Ijo dan Balakangka itu juga Lohgawe, pendeta lain yang juga guru Ken Arok turut hadir. Ken Dedes yang sudah menjadi istri Ken Arok pasca penggulingan Tunggul Ametung, juga turut menyambut Lohgawe yang juga rekan sesama pendeta ayahnya Mpu Purwa.

Baru saja sampai di pendopo, tempat Ken Arok dan Ken Dedes memutuskan untuk menjatuhkan hukuman pada Kebo Ijo, Balakangka dan para tamtama, pendeta Balakangka langsung menunjukkan jari runcingnya kepada Lohgawe.

Sebagaimana dikutip dari buku "Hitam Putih Ken Arok: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan", Balakangka mengatakan ke Lohgawe bahwa gurunya Ken Arok itulah yang sesungguhnya menjadi biang kerok runtuhnya Tumapel, dan terbunuhnya Tunggul Ametung. Namun tuduhan dan hujatan Balakangka ini tidak dihiraukan oleh Lohgawe.

Di tengah-tengah massa itu, Lohgawe justru memberikan pernyataan bahwa peristiwa yang terjadi di Tumapel ini tidak ada hubungannya dengan Kediri. Rakyat Tumapellah yang berjasa melahirkan perubahan di negerinya sendiri.

Bahkan rakyat Tumapel, kata Lohgawe, tidak pernah berhutang apapun terhadap Kediri. Pernyataan Lohgawe ini jelas sangat subversif terhadap Kediri. Pernyataan Lohgawe itu mengandung konsekuensi bahwa urusan Tumapel akan diselesaikan oleh masyarakat sendiri, tidak ada urusannya dengan Kediri.

Namun, pernyataan Lohgawe itu langsung dibalas oleh Balakangka yang menyatakan, bahwa Tumapel merupakan bagian dari Kediri, karenanya harus tunduk dan hormat pada Kediri. Menjawab pernyataan Balakangka itu, Lohgawe menjawab bahwa Tumapel memang bagian dari Kediri, tetapi Tumapel menolak untuk mengakui penjahat yang diangkat sebagai wakilnya. Begitu pula dalam hal agama.

Tumapel, kata Lohgawe, mempunyai agama sendiri yang tidak harus sama dengan Kediri. Pidato Lohgawe berlanjut. Ia menegaskan bahwa rakyat Tumapel berhak hadir ke Pakuwuan ini untuk melihat tewasnya Tunggul Ametung, orang yang dulunya menindas dan memperbudak mereka.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Anies Kenang Sosok Romo...
Anies Kenang Sosok Romo Mudji Sutrisno: Konsisten Mengembangkan Humanisme Kritis
Hadirkan Pemuka Agama-Aktivis...
Hadirkan Pemuka Agama-Aktivis Lingkungan, Gerbang Tani Serukan Taubat Ekologis
Prabowo Melayat Uskup...
Prabowo Melayat Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang di Gereja Katedral
Rekomendasi
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Berita Terkini
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved