5 Fakta Hibisc Fantasy Puncak Bogor yang Bikin Dedi Mulyadi Marah dan Menangis

Sabtu, 08 Maret 2025 - 07:19 WIB
loading...
5 Fakta Hibisc Fantasy...
Hibisc Fantasy Puncak Bogor, tempat wisata yang dibongkar oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi karena diduga memicu kerusakan lingkungan. FOTO/WILDAN HIDAYAT
A A A
BOGOR - Hibisc Fantasy Puncak Bogor yang dibongkar oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat sorotan masyarakat. Tempat wisata itu dibongkar karena diduga memicu kerusakan lingkungan.

Dedi Mulyadi menangis ketika melihat kondisi alam yang rusak akibat alih fungsi lahan di kawasan Puncak Bogor. Kerusakan alam ini terjadi lantaran pembangunan tanpa memperhatikan aspek lingkungan ini menjadi pemicu utama banjir berulang di wilayah tersebut.

Faktor inilah yang menjadi salah satu sebab dibongkarnya tempat wisata Hibisc Fantasy Puncak Bogor yang baru didirikan akhir tahun lalu. Meski begitu, ada alasan lain terkait mengapa tempat wisata tersebut dibongkar.

Baca juga: Momen Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Menangis Lihat Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor

5 Fakta Hibisc Fantasy Puncak Bogor

1. Baru Dibuka Pada Desember 2024
Hibisc Fantasy Puncak Bogor merupakan tempat rekreasi yang baru saja dibuka pada Desember 2024. Belum genap setahun, tempat wisata ini harus dibongkar.

Dedi Mulyadi memerintahkan pembongkaran tempat wisata tersebut pada Kamis, 6 Maret 2025. Pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak dilakukan karena tempat wisata tersebut melanggar izin mengelola lahan.

2. Memiliki Banyak Wahana Rekreasi
Hibisc Fantasy Puncak Bogor menghadirkan sejumlah wahana seperti bianglala, kora-kora, dan rumah hantu. Harga tiket masuknya bervariasi antara Rp40.000-Rp90.000.

Informasi terkait Hibisc Fantasy Puncak sendiri awalnya dapat diperoleh melalui sosial media resmi mereka baik di Instagram maupun TikTok.

3. Pemilik Hibisc Fantasy Puncak Bogor
Hibisc Fantasy Puncak dikelola oleh PT Jaswita Lestari Jaya (JLJ), anak perusahaan dari PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabar.

Jaswita Jabar sendiri merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perusahaan ini berkembang dari Perusahaan Daerah (PD) Jasa dan Kepariwisataan yang didirikan pada 23 September 1999.



4. Alasan Pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak
Dedi mengatakan alasan pembongkaran Hibisc Fantasy karena pada awalnya, pengelola mendapatkan izin mengelola lahan sekitar 4.800 meter persegi. Namun, area rekreasi itu mencaplok sampai 15.000 meter persegi.

"Izin awal 4.800 meter persegi. Dikerjakan 15.000. Sudah nambah 11.000," ungkap Dedi.

5. Diduga Jadi Penyebab Banjir
Alih fungsi lahan yang digunakan tempat wisata itu yang diduga berkontribusi menyebabkan banjir di wilayah Jabodetabek pada 2 Maret lalu.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan bahwa alasan untuk menindak BUMD ini untuk memberikan contoh kepada siapa saja.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Polda Riau Tetapkan...
Polda Riau Tetapkan Korporasi Raksasa Sawit Jadi Tersangka Kasus Perusakan Lingkungan
Jalur Puncak Bogor Kini...
Jalur Puncak Bogor Kini Kembali Normal Dua Arah
Jalur ke Puncak Ditutup...
Jalur ke Puncak Ditutup Sementara, One Way Arah Turun Diberlakukan
Libur Panjang, Tol Jagorawi...
Libur Panjang, Tol Jagorawi Puncak Satu Arah Prioritas Naik
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Bukan Sekadar Tempat...
Bukan Sekadar Tempat Liburan, Tanjung Lesung Punya Potensi Jadi Sanctuary
Keindahan Gunung Gede...
Keindahan Gunung Gede dan Gunung Pangrango Sambut Wisatawan di Puncak
Rekomendasi
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ketum PSOI Pandu Sjahrir...
Ketum PSOI Pandu Sjahrir Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Anggaran Pelatnas Multiyears
Berita Terkini
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved