Butuh Kolaborasi untuk Tekan Angka Stunting di Marunda
Jum'at, 07 Maret 2025 - 16:41 WIB
loading...
Sebanyak 27% anak-anak di Marunda, Jakarta Utara berada dalam kondisi darurat stunting. Stunting yang tinggi di daerah ini mengancam masa depan dan membatasi kesempatan mereka untuk berkembang dengan baik. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan data Dashboard Status Gizi tahun 2024, sebanyak 27% anak-anak di Marunda, Jakarta Utara berada dalam kondisi darurat stunting . Stunting yang tinggi di daerah ini mengancam masa depan dan membatasi kesempatan mereka untuk berkembang dengan baik.
Keterbatasan kondisi sosial, ekonomi, dan pengetahuan di Marunda menjadi tantangan besar yang harus diatasi bersama agar anak-anak di sana dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Baca juga: Edukasi Berkelanjutan untuk Mengentaskan Stunting di Sunter Jakarta Utara
Menyikapi itu, BRI Life bersinergi dengan Rumah Zakat meluncurkan program Desa Bebas Stunting di Desa Berdaya Marunda, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Si Pitung, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Corporate Secretary BRI Life Ade Nasution mengatakan, kerja sama yang dilakukan BRI Life dan Rumah Zakat bertujuan agar program Desa Bebas Stunting yang dijalankan selama tiga bulan dapat berdampak pada perkembangan anak-anak peserta program.
Keterbatasan kondisi sosial, ekonomi, dan pengetahuan di Marunda menjadi tantangan besar yang harus diatasi bersama agar anak-anak di sana dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Baca juga: Edukasi Berkelanjutan untuk Mengentaskan Stunting di Sunter Jakarta Utara
Menyikapi itu, BRI Life bersinergi dengan Rumah Zakat meluncurkan program Desa Bebas Stunting di Desa Berdaya Marunda, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Si Pitung, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Corporate Secretary BRI Life Ade Nasution mengatakan, kerja sama yang dilakukan BRI Life dan Rumah Zakat bertujuan agar program Desa Bebas Stunting yang dijalankan selama tiga bulan dapat berdampak pada perkembangan anak-anak peserta program.
Lihat Juga :