Mahasiswa UKI Tewas Diduga Dikeroyok, Polisi Analisis Rekaman CCTV

Jum'at, 07 Maret 2025 - 16:19 WIB
loading...
Mahasiswa UKI Tewas...
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly saat konferensi pers di Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2025). Foto/Riyan Rizki Roshali
A A A
JAKARTA - Polisi menyita rekaman atau CCTV terkait kasus tewasnya mahasiswa Universitas Kristen Indonesia ( UKI ) Kenzha Erzha Walewangko (22) yang diduga dikeroyok. Polisi bakal menganalisis rekaman CCTV tersebut.

“CCTV dapat (diamankan). Itu yang kita sedang melakukan analisis terkait dengan alat bukti yang kita kumpulkan,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly saat konferensi pers di Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2025).

Nicolas menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa 18 saksi untuk mengusut kasus tersebut. Dari 18 saksi yang diperiksa itu, kata dia, terdiri dari mahasiswa dan pihak kampus UKI yang diduga mengetahui peristiwa itu.

Baca juga: Mahasiswa UKI Tewas di Area Kampus, Diduga Jadi Korban Pengeroyokan



“Saat ini pihak Polres (Jakarta Timur) sudah melakukan pemeriksaan terhadap 18 saksi,” ujar dia.

Selain memeriksa saksi, Nicolas menuturkan, pihaknya juga mengumpulkan sejumlah barang bukti mulai dari botol miras.

“Kami sudah mengumpulkan barang bukti berupa bekas botol minuman, patahan pagar, juga batu. Kita juga sudah melakukan olah TKP, melakukan autopsi. Terakhir kita sedang melakukan pemeriksaan organ dalam terkait di laboratorium forensi,” jelasnya.

Pesta Miras sebelum Tewas


Sebelumnya, polisi menyebut ada pesta minuman keras (miras) sebelum peristiwa itu terjadi.

“Menurut keterangan saksi 4 EFW bahwa pada hari Selasa 4 Maret 2025, awalnya sekitar pukul 16.30 WIB meminum minuman berakohol jenis arak Bali bersama dengan ketiga temannya yaitu A dan H,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat (7/3/2025).

Ade Ary menerangkan, sekitar pukul 17.00 WIB saksi EFW hendak membeli miras. Di jalan menuju keluar kampus, EFW bertemu dengan korban.

“Kemudian (saksi) bertemu dengan korban di pintu keluar kampus UKI dan korban bertanya kepada saksi E mau ke mana?, kemudian saksi menjawab mau beli arak Bali,” ujar dia.

Saat itu, korban bersama EFW kemudian pergi membeli minuman di sebuah toko yang berada di Jalan Sutoyo, Cawang. “Setelah membeli minuman tersebut antara saksi dan korban minum bersama dengan A, H, K, J, S, dan R di taman perpustakaan kampus UKI,” ucapnya.

Selanjutnya pada pukul 18.00 WIB, adanya cekcok mulut yang terjadi oleh korban. Namun, tidak diketahui penyebab dari percekcokan itu.

“Setelah itu suasana kembali mereda saksi, korban beserta temannya kembali minum bersama,” ungkapnya.

Selang waktu pukul 19.30 WIB, korban kembali terlibat cekcok mulut. Saat itu, pihak keamanan kampus turut melerai.

“Kemudian saksi 4 mepapah korban ke arah pintu keluar dan pada saat di pintu keluar saksi 4 (EFW) tinggal karena mengira korban akan mengambil sepeda motornya untuk pulang,” imbuhnya.

Saat EFW kembali ke arah saung, ternyata korban tidak mengarah ke sepeda motor miliknya. Melainkan mengarah ke pagar sambil berteriak dan mengoyak-oyak pagar sampai akhirnya korban terjatuh bersama dengan pagar ke arah depan.

“Kemudian korban diangkat oleh seseorang yang tidak saksi EFW kenal dengan kondisi muka dan hidung yang mengeluarkan darah,” jelasnya.

Saat itu, korban sempat dibawa ke IGD Rumah Sakit UKI, Cawang, Jakarta Timur. Namun, nyawanya tak tertolong.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jakarta Siapkan 24.000...
Jakarta Siapkan 24.000 CCTV Terintegrasi, Begal dan Tawuran Jadi Target Pengawasan
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Soroti Keamanan di Jakarta,...
Soroti Keamanan di Jakarta, Pramono Gandeng Polda untuk Integrasikan CCTV
Bro Ron Rangkul Pemukulnya:...
Bro Ron Rangkul Pemukulnya: Ada Miskomunikasi
Tegur Ibu Pukul Anak...
Tegur Ibu Pukul Anak di Stasiun Depok, Anggota TNI Dianiaya 3 Pelaku
DPR Desak Polisi Tangkap...
DPR Desak Polisi Tangkap Semua Pelaku Pengeroyokan Pelajar hingga Tewas di Bantul
Diperiksa Buntut Laporan...
Diperiksa Buntut Laporan Eks ART, Erin Wartia Beberkan Rekaman CCTV
Eks ART Inara Rusli...
Eks ART Inara Rusli Bantah Sebarkan Rekaman CCTV ke Virgoun
Kuasa Hukum Bantah Virgoun...
Kuasa Hukum Bantah Virgoun yang Instruksikan Ambil CCTV di Rumah Inara Rusli
Rekomendasi
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Berita Terkini
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved