Kisah di Balik Kuda Sakti Madura Diterjunkan Serang Jayakatwang dan Daha

Selasa, 25 Februari 2025 - 07:19 WIB
loading...
Kisah di Balik Kuda...
Kuda khusus dari Madura disiapkan oleh Raden Wijaya dan Arya Wiraraja untuk menyerbu Daha, Kediri. FOTO/IST
A A A
Kuda khusus dari Madura disiapkan oleh Raden Wijaya dan Arya Wiraraja untuk menyerbu Daha, Kediri. Langkah ini untuk membalas serangan Jayakatwang dari Kediri ke Singasari , ketika Kertanagara mertua Raden Wijaya bertakhta.

Kuda-kuda yang didatangkan oleh Arya Wiraraja dari Pulau Madura ini konon bukan kuda sembarangan. Kuda ini memiliki kekuatan dari sisi tenaga. Pemanfaatan kuda sebanyak 27 ekor ini merupakan hasil diskusi antara Raden Wijaya, Rangga Lawe, Ken Sora, dan para wreddha menteri.

Menurut buku berjudul Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit, mereka berunding untuk merencanakan skema penyerangan terhadap Kerajaan Kediri yang memberontak kepada Raja Kertanagara yang terakhir berkuasa di Singasari atau Tumapel. Topik pembicaraan di antara mereka adalah segala persiapan perang mengenai senjata, kereta, tentara dan mata-mata yang harus menyelidiki kekuatan musuh. Tegal serta dusun mana yang harus dilalui dalam perjalanan tentara menyerbu Kediri. Ringkasnya, mereka merundingkan segala persiapan perang seteliti-telitinya.

Baca juga: Pelarian Epik Raden Wijaya: Dari Singasari ke Madura, Perahu Jadi Penyelamat!

Akhirnya Rangga Lawe mengajukan usul perihal armada yang akan digunakan berperang. Rangga Lawe meminta izin untuk segera pulang ke Madura, kemudian secepat mungkin kembali ke Majapahit dengan membawa kuda ayahnya, berasal dari Bima, untuk digunakan sebagai kendaraan para menteri. Usul itu disetujui. Rangga Lawe lalu pulang.

Pada bulan Waisaka, Menteri Daha Sagara Winotan datang di Majapahit sebagai utusan Raja Jayakatwang. Kedatangannya ke Majapahit membawa pesan agar Raden Wijaya segera ke Daha setelah berburu, kemudian berangkat lagi bersama Raja Jayakatwang ke Majapahit untuk berburu.

Kebetulan pada waktu itu Rangga Lawe tiba dengan kapal dari Madura membawa kuda. Kuda segera diturunkan dari kapal. Menteri Sagara Winotan heran melihatnya. Raden Wijaya segera memberi keterangan bahwa kuda-kuda itu dimaksud untuk persiapan berburu.

Kudanya telah datang tapi anjingnya belum, demikian pula jaring-jaringnya. Pada awal bulan berikutnya, anjing dan jaring itu sudah akan siap. Jika segala persiapan telah lengkap dikerjakan, ia akan segera berangkat ke Daha.

Baca juga: Kisah Raden Wijaya Selamat dari Pembunuhan Pasukan Kediri Akibat Tanah Persawahan

Pada hari yang telah ditentukan, kuda sebanyak 27 ekor telah siap. Kuda itu langsung dibawa Rangga Lawe dari Madura ke Majapahit yang kala itu masih belum berdiri menjadi kerajaan berdikari. Kuda-kuda itu pun dibagikan ke para menteri dan ketua dusun yang akan turut menyerbu Daha, yang dipimpin Jayakatwang.

Arya Wiraraja sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Majapahit dari Sumenep lengkap bersama bala tentara dari Madura. Mereka datang dengan menggunakan perahu sampai Canggu. Kedatangannya pun langsung dijemput Raden Wijaya sendiri.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
4 Shio Paling Beruntung...
4 Shio Paling Beruntung di Tahun Kuda Api
Triple Crown: Mahkota...
Triple Crown: Mahkota Tersulit di Dunia Pacuan Kuda, Indonesia di Ambang Sejarah Baru!
Kuda Jingkrak Tumbang:...
Kuda Jingkrak Tumbang: Ironi Saat Ferrari Kalah Perang Logo Melawan Minuman Energi Lokal Malaysia
Rekomendasi
Momen Prabowo Beri Hormat...
Momen Prabowo Beri Hormat ke Jokowi saat Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Prabowo: Hukum Tidak...
Prabowo: Hukum Tidak Boleh Menjadi Alat Balas Dendam Politik
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Berita Terkini
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved