Tak Terdampak Pandemi, Penjualan Emas Berjangka di Bandung Justru Naik

Kamis, 03 September 2020 - 14:36 WIB
loading...
Tak Terdampak Pandemi,...
Penjualan loco gold berjangka di Bandung tercatat mengalami kenaikan selama pandemi COVID-19. Ini menunjukan masyarakat mencari alternatif investasi. Foto SINDOnews
A A A
BANDUNG - Penjualan loco gold atau kontrak emas berjangka di Bandung tercatat mengalami kenaikan selama pandemi COVID-19. Tren ini menunjukan masyarakat Bandung mencari alternatif investasi untuk menggulirkan dananya.

Pimpinan Cabang PT Kontak Perkasa Futures (KPF) cabang Bandung Deddy Rudiyanto mengatakan, kendati ekonomi sempat dilanda ketidakpastian akibat pandemi, namun minat masyarakat menginvestasikan dana untuk hal produktif tetap tinggi. Hal itu tampak pada terus naiknya jumlah nasabah dan nilai pembelian loco gold. (Baca: Mau Investasi Emas Tapi Harga Sudah Tinggi? Simak Dulu Ulasan Ini)

Menurut dia, secara total volume transaksi loco gold (kontrak emas berjangka) khususnya di KPF Bandung mengalami peningkatan sebesar 71% menjadi 20.000 lot selama pandemi. Sementara untuk nasabah baru hingga Juli 2020 bertambah sebanyak 66 nasabah.

“Transaksi kontrak berjangka emas mengundang animo yang luar biasa. Karena, peluang yang diperoleh bukan saja pada saat emas naik melainkan juga saat mengalami koreksi yang dinamis. Jadi, untuk investasi perdagangan berjangka komoditi, nasabah bisa mendapatkan peluang profit sekaligus mengalami risiko saat aksi buy dan sell,” terangnya.

Dibandingkan jenis investasi lainnya, kata dia, investasi kontrak emas berjangka lebih menarik karena sifatnya yang safe haven. Artinya memiliki nilai yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi yang diakibatkan berbagai faktor. Tak sedikit pengusaha yang memiliki dana, menginvestasikan dananya pada investasi ini.

Melihat tren investasi berjangka yang terus naik, pihaknya optimistis akan mencapai target akhir tahun. Target volume transaksi sebesar 100.000 lot yakin tercapai. Begitupun dengan target 200 nasabah baru, yakin dapat terkejar, meski menghadapi tantangan ekonomi seperti saat ini.

Lebih lanjut Deddy menjelaskan, naiknya minat masyarakat berinvestasi loco gold berkat harga emas yang terus naik. Pada 5 Agustus 2020 misalnya, emas memecah rekor di level USD 2.018/ troy ons. Kemudian mencapai level tertinggi di level USD 2.081/troy ons pada akhir Juli 2020.

Harga emas telah melonjak 33% dalam tahun ini. Faktor penyebab kenaikan emas diawali dengan ketegangan geopolitik Amerika Serikat dengan Iran dan perang dagang dengan Tiongkok di awal tahun, kemudian reli berlanjut seiring penyebaran wabah COVID-19 yang meluas ke berbagai negara.

Kondisi itu menyebabkan ketidakpastian ekonomi, suku bunga yang rendah, dan penggelontoran triliunan stimulus yang membuat dolar sebagai pesaing safe haven terus merosot. Namun, adanya harapan baru pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan optimisme penemuan vaksin untuk Covid-19 membuat harga emas perlahan terkoreksi. (Baca: Sampai Kapan Harga Emas Terus Berkilau?)

Tercatat pada tanggal 10 Agustus 2020, harga emas mulai meninggalkan rekor tertingginya. Harga logam mulia ini bahkan pernah anjlok 16 persen ke level USD 1.862 troy ons, dan kini stabil di posisi sekitar USD 1.900/troy ons.

Namun, kata Deddy, secara aspek fundamental, harga emas diprediksi akan terjaga di level USD 1.900/troy ons. Tapi apabila ternyata melaju menembus resisten I di level USD 1.980/ troy ons, maka kemungkinan untuk kembali ke posisi USD 2.000 per troy ons sangat besar.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permudah Akses, BM Emas...
Permudah Akses, BM Emas Perkuat Layanan Jual Beli Perhiasan Online di Madura
Lewat Call Center Polri...
Lewat Call Center Polri 110, Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal PETI di Kuansing
Polda Riau Tangkap 2...
Polda Riau Tangkap 2 Pelaku Penampungan dan Pemurnian Emas Ilegal
Bareskrim Polri Kejar...
Bareskrim Polri Kejar Pelaku dan Pemodal Illegal Mining Emas di Rampi Luwu Utara
Ciptakan Lapangan Kerja,...
Ciptakan Lapangan Kerja, Desa Emas Hadir di Magelang
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2025 Momentum Tumbuhkan Industri Perhiasan Nasional
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Rekomendasi
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Jelang Kontra Inggris,...
Jelang Kontra Inggris, Harry Kane Masuk Daftar Sihir Dukun Ghana
Berita Terkini
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved