Pemprov Babel Bentuk Tim Komite Penentu Harga Lada
Kamis, 03 September 2020 - 11:29 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/dok
A
A
A
PANGKALPINANG - Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membentuk Komite Penentu Harga Lada (PHL) untuk mendapatkan harga acuan lada di Provinsi Kepulauan Babel.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel Deki Susanto, mengatakan PHL akan dijadikan sebagai acuan oleh Kantor Pemasaran Bersama Lada Babel dalam melakukan tata kelola pemasaran lada putih Babel.
"Tim ini terdiri dari berbagai komponen masyarakat, mulai dari perwakilan Dinas Perindustrian Perdagangan Babel, Dinas Pertanian Babel, Dinas Kominfo Babel, BUMD Babel, perwakilan petani, perwakilan eksportir, dan kalangan akademisi," kata Deki, Kamis (3/9/2020).
Nantinya, lanjut dia, tim ini akan melakukan rapat secara rutin dalam menentukan harga lada acuan KPB, dengan mempertimbangakan berbagai faktor, seperti HPP petani lada, Harga dunia Lada, faktor iklim, faktor panen, jumlah produksi lada, kurs mata uang dunia dan supply and demand.
“Jadi semua faktor yang berpotensi mempengaruhi harga lada akan dijadikan pertimbangan dengan azas kewajaran,” tukasnya.
Harapannya, harga ini dapat membantu baik petani, pedagang, dan pasar komoditi (bursa) lada untuk memanfaatkan harga tersebut, sebagai acuan harga lada di Babel.
"Tim ini adalah bagian dari usaha Pemprov Babel untuk berusaha mengembalikan kejayaan lada di Bumi Babel yaitu berusaha berdaulat yang mana Babel punya lada Muntok White Pepper (MWP) dengan kualitas baik," katanya.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel Deki Susanto, mengatakan PHL akan dijadikan sebagai acuan oleh Kantor Pemasaran Bersama Lada Babel dalam melakukan tata kelola pemasaran lada putih Babel.
"Tim ini terdiri dari berbagai komponen masyarakat, mulai dari perwakilan Dinas Perindustrian Perdagangan Babel, Dinas Pertanian Babel, Dinas Kominfo Babel, BUMD Babel, perwakilan petani, perwakilan eksportir, dan kalangan akademisi," kata Deki, Kamis (3/9/2020).
Nantinya, lanjut dia, tim ini akan melakukan rapat secara rutin dalam menentukan harga lada acuan KPB, dengan mempertimbangakan berbagai faktor, seperti HPP petani lada, Harga dunia Lada, faktor iklim, faktor panen, jumlah produksi lada, kurs mata uang dunia dan supply and demand.
“Jadi semua faktor yang berpotensi mempengaruhi harga lada akan dijadikan pertimbangan dengan azas kewajaran,” tukasnya.
Harapannya, harga ini dapat membantu baik petani, pedagang, dan pasar komoditi (bursa) lada untuk memanfaatkan harga tersebut, sebagai acuan harga lada di Babel.
"Tim ini adalah bagian dari usaha Pemprov Babel untuk berusaha mengembalikan kejayaan lada di Bumi Babel yaitu berusaha berdaulat yang mana Babel punya lada Muntok White Pepper (MWP) dengan kualitas baik," katanya.
Lihat Juga :