SMASIF SDGs Project 2025, Ajak Santri Praktiklan Ilmu dari Sekolah dan Pesantren
Rabu, 05 Februari 2025 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Di rumah sakit khusus pasien yang mengalami gangguan mental itu, dia dan beberapa temannya selain dijelaskan tentang kesehatan mental juga diajak berkeliling ke ruang perawatan pasien, didampingi dokter dan beberapa guru.
Azzam, panggilan santri dari kelas XI A3 Ibnu Khaldun itu mengaku gemetar saat diajak masuk dan melihat ruang perawatan pasien.
"Ya gimana gitu masuk dan melihat pasiennya. Gemeter, takut," katanya.
Dikatakan Azzam, pasien yang dirawat dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dan usia. "Dari usia muda sampai tua, semua ada. Laki-laki dan perempuan. Dan kami hanya bisa ke pasien perempuan karena kalau ke pasien laki-laki agak membahayakan, kata dokternya," ujarnya.
Di sana, Azzam dan kawan-kawan bisa mengetahui apa penyebab dari gangguan mental yang dialami pasien.
"Ada yang gara-gara judi online, games online, ditinggal suaminya, pokoknya banyak penyebabnya," kata Azzam yang mengaku juga sempat berbincang dengan salah satu pasien perempuan berusia 52 tahun.
Dengan mengetahui banyaknya pasien gangguan jiwa yang dirawat, Azzam mengaku harus lebih menjaga diri agar tidak mengalami seperti yang dialami pasien di rumah sakit itu.
Azzam, panggilan santri dari kelas XI A3 Ibnu Khaldun itu mengaku gemetar saat diajak masuk dan melihat ruang perawatan pasien.
"Ya gimana gitu masuk dan melihat pasiennya. Gemeter, takut," katanya.
Dikatakan Azzam, pasien yang dirawat dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dan usia. "Dari usia muda sampai tua, semua ada. Laki-laki dan perempuan. Dan kami hanya bisa ke pasien perempuan karena kalau ke pasien laki-laki agak membahayakan, kata dokternya," ujarnya.
Di sana, Azzam dan kawan-kawan bisa mengetahui apa penyebab dari gangguan mental yang dialami pasien.
"Ada yang gara-gara judi online, games online, ditinggal suaminya, pokoknya banyak penyebabnya," kata Azzam yang mengaku juga sempat berbincang dengan salah satu pasien perempuan berusia 52 tahun.
Dengan mengetahui banyaknya pasien gangguan jiwa yang dirawat, Azzam mengaku harus lebih menjaga diri agar tidak mengalami seperti yang dialami pasien di rumah sakit itu.
(shf)
Lihat Juga :