Paman Bacok Keponakan Perempuan di Bandung hingga Tewas

Senin, 27 Januari 2025 - 15:35 WIB
loading...
Paman Bacok Keponakan...
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Soreang, Senin (27/1/2025) atas kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Sayati, Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto/SindoNews/agi ilman
A A A
BANDUNG - Seorang wanita muda menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh pamannya di Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 3 Januari 2025.

Wanita muda berinisial AS (19) ditemukan bersimbah darah di kamarnya oleh pihak keluarga lantaran curiga korban tidak terlihat selama seharian pada 4 Januari 2025 sekitar pukul 20.00 WIB.

"Jadi Ini berawal dari laporan dari saksi yang juga masih saudara dengan korban yang curiga bahwa korban ini sudah sekian hari tidak terlihat pintu kamar korban dan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia, penuh luka di tubuhnya," ujar Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Soreang, Senin (27/1/2025).

Baca juga: Motif Mutilasi Mayat Wanita Dalam Koper di Ngawi, Pelaku Mengaku Sakit Hati dan Cemburu

Aldi menjelaskan, setelah mengetahui korban terbunuh, saksi langsung menghubungi pihak kepolisian. Kemudian pihaknya langsung melaksanakan olah TKP di tempat kejadian. "Setelah olah TKP, penyelidik menyita barang-barang yang ada di TKP yang ada kaitan dengan pembunuhan tersebut," katanya.

Aldi mengungkapkan setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya pun berhasil mengidentifikasi pelaku yakni inisial MDP (24) yang diketahui masih paman dari korban. "Masih ada hubungan keluarga antara korban dan pelaku," ungkapnya.

Aldi menuturkan kejadian pembunuhan itu terjadi saat korban sedang sendirian di rumahnya lantaran seluruh keluarganya pergi ke luar kota.

Baca juga: Mayat Wanita Dalam Koper di Ngawi Dimutilasi di Kediri, Kepala Korban Ditemukan di Trenggalek

"Jadi di TKP atau di rumah itu sebenarnya tinggal dengan keluarga, ada kakek yang di mana pada hari Kamis itu semua keluarganya pergi ke luar kota. Tinggalah korban sendirian," lanjutnya.

Kemudian pada esok harinya, pelaku masuk melalui pintu kamar yang lain, kemudian sampai dalam rumah melihat korban tertidur di kamarnya dan berencana mengambil motor dan barang-barang milik korban.

Namun, saat akan mengambil barang, korban pagi itu terbangun, dan membuat pelaku kaget hingga akhirnya pelaku menganiaya korban dan melakukan pembacokan hingga korban meninggal dunia.

"Dari hasil autopsi ini terdapat 51 luka bacokan, baik itu di rahang, dahi, kemudian di tangan. Kemudian dari hasil autopsi juga diketahui bahwa penyebab kematian yaitu rusak tulang pada rahang, dahi, wajah, hidung karena pendarahan yang banyak," ungkapnya.

Setelah itu lanjut Aldi, pelaku pun langsung pergi sambil mengunci korban di kamarnya serta membawa motor dan handphone milik korban. "Untuk sepeda motor ini dijual di Bandung, sudah kita sita, sedangkan handphone dibuang di sungai," terangnya.

Atas perbuatannya pelaku pun dikenakan Pasal 340 KUHP, subsidair Pasal 338 dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Rekomendasi
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved