Alasan Ekonomi, Pemkot Bekasi Enggan Tutup Diskotek, Panti Pijat dan Spa

Rabu, 02 September 2020 - 16:26 WIB
loading...
Alasan Ekonomi, Pemkot...
Pemkot Bekasi menyatakan tidak akan menutup tempat hiburan malam, meski adanya peningkatan warga Bekasi yang terkonfirmasi Covid-19.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyatakan tidak akan menutup Tempat Hiburan Malam (THM) , meski adanya peningkatan warga Bekasi yang terkonfirmasi Covid-19. Alasannya, pemerintah daerah tidak berkeinginan adanya pertumbuhan pengangguran baru dan demi roda perekonomian.

"Kalau memang kita tutup, sudah dipastikan adanya pertumbuhan pengangguran. Jadi ini alasan kami (pemerintah) tetap membuka THM. Kami juga sudah pastikan semua THM di Kota Bekasi mengedepankan protokol kesehatan ," ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bekasi, Tedi Hafni, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, jika THM ditutup tentu akan banyak masyarakat di Kota Bekasi yang kehilangan pekerjaan. Karena THM juga merupakan salah satu sektor usaha dan upaya komitmen mengentaskan jumlah pengangguran."Masyarakat ada yang bekerja sebagai pelayan, penjaga keamanan (satpam). Apabila ditutup mereka nanti kerja apa, dan angka pengangguran dipastikan meningkat di Kota Bekasi," ujarnya.

Sejauh ini, lanjut dia, belum ada instruksi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk kembali melakukan penutupan THM. Kendati begitu, monitoring terus dilakukan kepada para pelaku usaha diskotik, spa atau panti pijat dan karaoke. (Baca: Kasus Covid-19 Naik, DPRD Desak Diskotek, Panti Pijat dan Spa di Bekasi Ditutup Kembali)

Bahkan, kata dia, klaster Covid-19 pada sektor THM belum ditemukan, karena alasan demikian pula Pemkot Bekasi mempertahankan pembukaan THM dengan syarat bagi pelaku usaha mengikuti imbauan pemerintah soal protokol kesehatan."Meski ada intruksi penutupan kita juga tidak bisa menutup begitu saja," tegasnya.

Untuk diketahui, dari data https://corona.bekasikota.go.id/ hari ini, masih terdapat 42 pasien terkonfirmasi Covid-19. Mereka di rawat di rumah sakit. Secara kumulatif pasien yang terjangkit virus corona di Kota Bekasi mencapai 990 orang. Rinciannya, 892 orang sembuh dan telah aktif kembali dan 56 orang meninggal dunia, sisanya 42 pasien yang didominasi dari klaster keluarga.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadwal, Jalur, dan Syarat...
Jadwal, Jalur, dan Syarat SPMB Kota Bekasi 2026 Jenjang SD dan SMP
Seorang Turis Israel...
Seorang Turis Israel Ditangkap karena Mencuri Kotak Amal di Panti Pijat
Bukan Sekadar Hiburan,...
Bukan Sekadar Hiburan, Entertainment Jadi Kekuatan Soft Power Indonesia di Panggung Global
Rekomendasi
Roy Suryo Gugat Praperadilan...
Roy Suryo Gugat Praperadilan Lagi, Kuasa Hukum Jokowi: Tidak Logis, Statusnya Sudah Terdakwa
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
ITB Buka Rekrutmen Dosen...
ITB Buka Rekrutmen Dosen Tidak Tetap 2026, Cek Syarat dan Jadwalnya
Berita Terkini
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
JKF 2026 Tegaskan Perkuat...
JKF 2026 Tegaskan Perkuat Kolaborasi Menuju Kota Global
Buruh Korban Penyekapan...
Buruh Korban Penyekapan Dilaporkan Balik Perusahaan Percetakan, Said Iqbal: Lawan, Jangan Takut!
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
UIN Jakarta Tegaskan...
UIN Jakarta Tegaskan Status Guru Triguna Tetap Aman, Tata Kelola Sekolah Beralih ke Skema BLU
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved