Datangi Koramil, Ibu Muda Ini Mengadu Suaminya Geger Otak Dianiaya Oknum TNI AD
Rabu, 02 September 2020 - 15:54 WIB
loading...
Sella memperlihatkan hasil CT Scan atas nama suaminya yang menjadi korban kekerasan oknum TNI AD di sekitar Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur.Foto/SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A
A
A
JAKARTA - Riansyah (36) salah satu korban penganiayaan sejumlah oknum anggota TNI pada Sabtu, 29 Agustus 2020 dini hari lalu, mendatangi Koramil Kramat Jati , Jakarta Timur, untuk melaporkan penganiayaan yang dialaminya dan mengharapkan ganti rugi biaya pengobatan.
Pasalnya, akibat penganiayaan tersebut Riansyah mengalami memar di wajah dan menderita geger otak ringan."Mau buat laporan, karena suami mengalami memar di muka sama di kepala. Kemarin habis CT Scan, hasilnya amnesia ringan," ungkap Sella istri dari Riansyah di Koramil Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2020).
Sella menuturkan, saat kejadian sang suami tengah mengendarai sepeda motor dan hendak pulang ke rumah usai bersilaturahmi ke salah satu kerabat. Ketika melewati Jalan Raya Bogor, Riansyah diberhentikan oknum anggota TNI AD yang saat itu tengah mencari pelaku fiktif yang mengeroyok Prada MI.
"Helmnya hancur, waktu kejadian suami baru pulang dari rumah saudara. Kemarin pengobatan CT Scan sama urut badan. Estimasi kerugian sekitar Rp2,5 juta," ujarnya. (Baca: Pangdam Jaya Minta Maaf ke Warga Ciracas dan Akan Ganti Kerugian Masyarakat)
Sella dan sang suami mendatangi posko pengaduan dengan membawa bukti hasil CT Scan dari RSU Bunda Margonda. "Supaya bisa diganti rugi sama pihak TNI. Pihak TNI bermaksud baik juga, Alhamdulillah direspons baik sama pihak TNI," ungkapnya.
Pasalnya, akibat penganiayaan tersebut Riansyah mengalami memar di wajah dan menderita geger otak ringan."Mau buat laporan, karena suami mengalami memar di muka sama di kepala. Kemarin habis CT Scan, hasilnya amnesia ringan," ungkap Sella istri dari Riansyah di Koramil Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2020).
Sella menuturkan, saat kejadian sang suami tengah mengendarai sepeda motor dan hendak pulang ke rumah usai bersilaturahmi ke salah satu kerabat. Ketika melewati Jalan Raya Bogor, Riansyah diberhentikan oknum anggota TNI AD yang saat itu tengah mencari pelaku fiktif yang mengeroyok Prada MI.
"Helmnya hancur, waktu kejadian suami baru pulang dari rumah saudara. Kemarin pengobatan CT Scan sama urut badan. Estimasi kerugian sekitar Rp2,5 juta," ujarnya. (Baca: Pangdam Jaya Minta Maaf ke Warga Ciracas dan Akan Ganti Kerugian Masyarakat)
Sella dan sang suami mendatangi posko pengaduan dengan membawa bukti hasil CT Scan dari RSU Bunda Margonda. "Supaya bisa diganti rugi sama pihak TNI. Pihak TNI bermaksud baik juga, Alhamdulillah direspons baik sama pihak TNI," ungkapnya.
Lihat Juga :