Kisah Pasukan Belanda Terkena Jebakan Warlok Pro Padri hingga Kalah Sebelum Berperang

Senin, 13 Januari 2025 - 07:16 WIB
loading...
Kisah Pasukan Belanda...
Pasukan Belanda dibuat gentar dengan melihat kekuatan pasukan Padri di Sumatera Barat. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A A A
PASUKANBelanda dibuat gentar dengan melihat kekuatan pasukan Padri di Sumatera Barat. Belanda yang akan melakukan serangan ke markas Tuanku Pasaman di Lintau pun terpaksa menunda serangan itu, karena banyaknya pasukan lawan yang berjaga.

Konon saat itu Markas Tuanku Pasaman di Lintau dijaga kuat oleh pasukan Padri. Pasukan Belanda sebanyak 120 orang serdadu di bawah pimpinan Raaff, dan beberapa kapten berusaha menyerang markas Tuanku Pasaman.

Namun serangan itu tidak jadi dilaksanakan alias ditunda, setelah mengetahui bahwa pasukan Tuanku Pasaman di markas tersebut cukup kuat. Setelah mendapat bantuan dari daerah lain sebanyak 150 orang serdadu, Raaff melanjutkan usahanya, sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia".

Penunjuk jalan yang mengantar Raaff, merupakan warga lokal. Tapi ternyata warga lokal alias Warlok yang menunjukkan jalan menuju markas Tuanku Pasaman, ternyata orang yang pro Padri, dan berhasil memasukkan pasukan Raaff ke dalam jebakan di daerah pertahanan kaum Padri yang kuat.

Baca juga: Asal Usul Pertentangan Kaum Adat dan Kaum Padri di Minangkabau

Karena kekalahan yang diderita, Raaff mengundurkan diri ke Pagarruyung. Menyadari Tuanku Pasaman cukup berat ditaklukkan, Belanda mencoba lagi untuk mendekatinya.

Surat ajakan untuk berdamai yang dikirim oleh Raaff kepada Tuanku Pasaman tidak mendapat jawaban. Pasukan Raaf yang bergerak di sekitar Tanjung Alam pada 10 Juni 1822 diserang oleh pasukan Padri.

Di daerah lain pasukan Padri juga aktif mengadakan penyerangan-penyerangan. Di sekitar Baso, pasukan Tuanku nan Renceh pada 14 Agustus 1822 telah menyerang pasukan Belanda. Pasukan Belanda terdesak, bahkan Kapten Goffinet yang memimpin menderita luka berat.

Pasukan kaum Padri yang lain dalam bulan September 1822 telah pula mengadakan operasi di daerah Guguk Sigandang dan Tanjung Alam, dan membakar kampung-kampung penduduk yang memihak kaum Adat. Pasukan kaum Padri ini berjumlah sekitar 20.000 orang.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
Pria Pro-Nazi Hendak...
Pria Pro-Nazi Hendak Bunuh 2 Putri Kerajaan Belanda, Bawa Kapak Bertuliskan Mossad dan Sieg Heil
Rekomendasi
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
Berstatus Unggulan,...
Berstatus Unggulan, Belanda Kalah Telak di Kandang Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved