Cold Storage Pelindo di Tanjung Priok Bersertifikasi Halal
Selasa, 07 Januari 2025 - 18:22 WIB
loading...
Cold Storage yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara kini telah bersertifikasi halal. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Cold Storage yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara kini telah bersertifikasi halal. Sertifikasi ini menegaskan komitmen dalam menyediakan layanan logistik yang aman, efisien, dan sesuai dengan prinsip kehalalan produk.
Sertifikasi halal diraih PT Multi Terminal Indonesia (MTI), anak perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik yang menyediakan fasilitas penyimpanan (cold storage) dan jasa transportasi. Sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dengan nomor 00410261031024, serta dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan nomor ID00410020530381024.
Direktur Komersial dan Teknik PT Pelindo Solusi Logistik, Ruri I Rachmaputri mengatakan, sertifikasi halal pada fasilitas gudang pendingin dan jasa distribusi ini menunjukkan komitmen perusahaannya menyediakan layanan logistik yang cepat, aman, efektif dan efisien sekaligus menjaga kehalalan produk selama masa penyimpanan dan pendistribusian.
"Sebagai pelaku industri rantai pasok logistik (supply chain), sertifikat halal yang kami peroleh dalam layanan gudang pendingin dan transportasi menjadi nilai tambah bagi kami dalam menyediakan layanan end-to-end bagi semua pelanggan, terutama untuk produk konsumsi atau bahan baku yang perlu dijaga kehalalannya," kata Ruri dalam keterangannya, Selasa (7/1/2025).
Ruri menjelaskan, layanan HLC ini mencakup area cold storage seluas 3.600 m2, lapangan penumpukan non TPS seluas 11.708 m2. Fasilitas cold storage ini memiliki 23 chamber, terdiri dari 14 unit freezer, 8 unit chiller, dan 1 unit cooler, yang menggunakan teknologi pendingin ramah lingkungan serta dilengkapi dengan sistem pengaturan dan pemantauan suhu secara otomatis berbasis digital.
Untuk proses distribusi, HLC memiliki 60 unit armada yang terdiri dari 4 unit reefer truck, 28 unit mobil wing box dan 28 unit truk, di mana seluruhnya telah mendapat sertifikasi halal.
"Cold storage kami dilengkapi dengan teknologi pendingin ramah lingkungan, serta menggunakan peralatan dan perlengkapan berstandar food-grade," katanya.
Sertifikasi halal diraih PT Multi Terminal Indonesia (MTI), anak perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik yang menyediakan fasilitas penyimpanan (cold storage) dan jasa transportasi. Sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dengan nomor 00410261031024, serta dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan nomor ID00410020530381024.
Direktur Komersial dan Teknik PT Pelindo Solusi Logistik, Ruri I Rachmaputri mengatakan, sertifikasi halal pada fasilitas gudang pendingin dan jasa distribusi ini menunjukkan komitmen perusahaannya menyediakan layanan logistik yang cepat, aman, efektif dan efisien sekaligus menjaga kehalalan produk selama masa penyimpanan dan pendistribusian.
"Sebagai pelaku industri rantai pasok logistik (supply chain), sertifikat halal yang kami peroleh dalam layanan gudang pendingin dan transportasi menjadi nilai tambah bagi kami dalam menyediakan layanan end-to-end bagi semua pelanggan, terutama untuk produk konsumsi atau bahan baku yang perlu dijaga kehalalannya," kata Ruri dalam keterangannya, Selasa (7/1/2025).
Ruri menjelaskan, layanan HLC ini mencakup area cold storage seluas 3.600 m2, lapangan penumpukan non TPS seluas 11.708 m2. Fasilitas cold storage ini memiliki 23 chamber, terdiri dari 14 unit freezer, 8 unit chiller, dan 1 unit cooler, yang menggunakan teknologi pendingin ramah lingkungan serta dilengkapi dengan sistem pengaturan dan pemantauan suhu secara otomatis berbasis digital.
Untuk proses distribusi, HLC memiliki 60 unit armada yang terdiri dari 4 unit reefer truck, 28 unit mobil wing box dan 28 unit truk, di mana seluruhnya telah mendapat sertifikasi halal.
"Cold storage kami dilengkapi dengan teknologi pendingin ramah lingkungan, serta menggunakan peralatan dan perlengkapan berstandar food-grade," katanya.
Lihat Juga :