Kisah Bung Karno Dipecat Belanda usai Mengajar Tentang Imperialisme

Senin, 23 Desember 2024 - 11:35 WIB
loading...
Kisah Bung Karno Dipecat...
KISAH Soekarno atau Bung Karno dipecat Belanda usai mengajar tentang imperialisme diulas dalam artikel ini. Foto/National Archieve
A A A
KISAH Soekarno atau Bung Karno dipecat Belanda usai mengajar tentang imperialisme diulas dalam artikel ini. Peristiwa ini terjadi setelah Bung Karno mendapat gelar insinyur pada 1926.

Usai menerima gelar insinyur, dia mendaftarkan diri menjadi guru di Ksatrian Instituut. Adapun sekolah tersebut didirikan pada 1924 oleh rekannya, Ernest Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi.

Ketika itu, tenaga pengajar di bidang ilmu pasti dan sejarah sedang dibutuhkan sekolah tersebut. Dilansir dari laman resmi PDI Perjuangan Jawa Timur, Bung Karno percaya diri.

Baca juga: Kisah Soekarno saat Dibuang Belanda ke Ende karena Aktivitas Politiknya



Di sana, Bung Karno tidak hanya menghasilkan pundi-pundi pendapatan tambahan, tapi juga bisa mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Perlu diketahui, untuk mendapat kepercayaan Douwes Dekker merupakan hal sulit.

Bung Karno sempat ditanya Douwes Dekker mengenai kebolehannya dalam bidang ilmu pasti. Dia pun berusaha meyakinkan Douwes Dekker, termasuk berdalih tentang keadaan ekonomi keluarganya yang menipis ketika itu hingga diterima.

Setelah diterima, Bung Karno muda mengajar siswa yang berasal dari kaum bumiputra, China, dan Indo Belanda di sana. Bahkan, ada putra H.O.S Tjokroaminoto, Anwar Tjokroaminoto di sana.

Pelajaran sejarah bukanlah sebuah halangan bagi Soekarno. Dia hanya menggunakan kemampuan orasi yang meledak-ledak, tanpa teknik pengajaran formal. Bung Karno bagaikan menelurkan perkembangan dalam dunia pendidikan era Belanda.

Dalam pengajarannya, dia memberikan pengertian penuh sejarah dengan analisis politik. Bung Karno tidak ingin anak didiknya sibuk belajar sejarah hanya dengan hafal tempat, nama, atau tahun. Saat itu, suasana kelas pun menjadi hidup.

Cara Bung Karno mengajar membuat semua murid terpesona. Tak cuma murid yang menaruh perhatian pada ajarannya, pengawas sekolah kolonial Belanda juga turut menaruh perhatian terhadap apa yang diajarkan Bung Karno.

Semuanya lantaran Bung Karno kerap mengejek pemerintah kolonial di kelas. Bung Karno pun dipecat. Dia dicap pemerintah kolonial sebagai seorang orator alias bukanlah guru. Tempatnya juga bukanlah di dalam kelas, melainkan di atas panggung.

“Secara kebetulan pelajaran kali ini berkenaan dengan imperialisme. Karena aku sangat menguasai pokok persoalan ini, aku menjadi begitu bersemangat sehingga aku terlompat‐lompat dan mengutuk seluruh sistemnya,” kata Soekarno dalam buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (2000) dikutip dari laman resmi PDI Perjuangan Jawa Timur.

“Ketika pelajaran dan kisahku kedua‐duanya selesai, penilik sekolah itu menyatakan dengan seenaknya bahwa menurut pendapatnya, sesungguhnya aku bukan pengajar yang terbaik yang pernah dilihatnya,” sambungnya.

“Bahwa aku tidak mempunyai masa depan yang baik dalam pekerjaan ini. Ia berkata kepadaku: Raden Sukarno, tuan bukan guru, tuan seorang pembicara! Dan inilah akhir daripada karierku yang singkat sebagai guru,” kata Soekarno.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKM di Meruya, UMB Dorong...
PKM di Meruya, UMB Dorong Kompetensi Guru SMK
Siswa SMA Ejek Guru...
Siswa SMA Ejek Guru di Purwakarta, Pakar Hipnoterapi Soroti Krisis Karakter Remaja
Gubernur Sultra Pastikan...
Gubernur Sultra Pastikan Tunjangan Guru Dibayarkan Sebelum Lebaran
Komitmen Suli Beri Bantuan...
Komitmen Suli Beri Bantuan Seumur Hidup untuk Guru Honorer di Kupang NTT
Penganiayaan Guru oleh...
Penganiayaan Guru oleh KKB di Yahukimo Dinilai Sinyal Perang Psikologis
KKB Aniaya Guru hingga...
KKB Aniaya Guru hingga Tewas, Kawan Indonesia: Ancaman Bagi Masa Depan Anak Papua
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Rekomendasi
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved