Aksi Terang Lestarikan Ekosistem Perairan Sulawesi Utara

Kamis, 12 Desember 2024 - 22:31 WIB
loading...
Aksi Terang Lestarikan...
Evolution bertajuk Edukasi Konservasi Terumbu Karang (AKSI TERANG) dilaksanakan di Desa Lihunu, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. FOTO/IST
A A A
MINAHASA UTARA - Upaya pelestarian lingkungan dan kawasan perairan di Indonesia kembali dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Employee Volunteering Initiation (Evolution). Kali ini Evolution bertajuk 'Edukasi Konservasi Terumbu Karang (AKSI TERANG)' dilaksanakan di Desa Lihunu, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.

Pupuk Kaltim berkolaborasi dengan sejumlah pihak turun langsung melakukan aksi pelestarian perairan. Di antaranya Pupuk Kaltim Diving Club (PKTDC), pemerintah, dan masyarakat Desa Lihunu, serta Seasoldier Indonesia Cabang Sulawesi Utara.

Bersama puluhan karyawan, AKSI TERANG terbagi dalam dua sasaran, yakni rehabilitasi terumbu karang melalui pembuatan dan penurunan media terumbu sebanyak 47 unit di kawasan konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang.

"Selain itu juga dilakukan edukasi terkait pentingnya melestarikan lingkungan dan kawasan perairan sejak dini, melalui edutainment puppet show bagi 47 anak di Desa Lihunu," kata Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, dikutip Kamis (12/12/2024).

Dijelaskan Soesilo, pelestarian ekosistem perairan dan terumbu karang menjadi salah satu fokus perhatian pihaknya dalam mendukung keberlanjutan, sekaligus bagian dari implementasi prinsip environment, social and governance (ESG) yang menjadi landasan operasional perusahaan.

Fokus itu terkait ancaman terhadap terumbu karang akibat aktivitas manusia maupun perubahan iklim yang terus meningkat. Melalui Evolution, Pupuk Kaltim menunjukkan komitmen sekaligus aksi nyata dengan turun langsung di KEK Likupang.

"Ini menjadi salah satu sarana efektif dengan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan konservasi yang berkelanjutan," lanjut Soesilo.

Pentingnya kolaborasi dalam mendukung keberlanjutan ekosistem perairan juga terus dioptimalkan di kawasan sekitar perusahaan, yang setiap tahun menurunkan sekitar 500 unit terumbu buatan di area koservasi Tobok Batang dan Pasilan Kota Bontang.

Program ini telah berjalan sejak 2011, dan hingga kini terdapat 6.882 unit terumbu buatan. Selain itu Pupuk Kaltim juga menginisiasi pembentukan Center of Excellence (CoE) Terumbu Karang, yang meliputi berbagai kegiatan seperti transplantasi terumbu hingga pembibitan melalui fasilitas coral nursery.

"Pupuk Kaltim juga memiliki mitra binaan yang diberdayakan untuk pembuatan dan penuruanan media terumbu di Kota Bontang sebagai wujud kolaborasi bersama masyarakat sekitar," terang Soesilo.

Mewakili pemerintah, Sekretaris Desa Lihunu Candra Bawole, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pupuk Kaltim mendorong kesadaran bersama, untuk senantiasa menjaga ekosistem perairan dalam jangka panjang. Kegiatan ini, kata dia, menunjukkan komitmen kuat perusahaan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bersama, mengingat sinergi yang kuat antar seluruh pihak merupakan kunci utama mewujudkan konservasi yang berkelanjutan.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini, terlebih adanya edukasi yang bersifat atraktif untuk meningkatkan pemahaman generasi akan pentingnya menjaga perairan sejak dini," ucap Candra.

Pembina Seasoldier Indonesia Cabang Sulawesi Utara, Rio Noval Puasa, turut mengungkapkan jika kolaborasi seperti ini merupakan salah satu langkah strategis, untuk meningkatkan peran dalam menjaga kelangsungan kawasan perairan yang lebih produktif.

"Kami siap untuk menindaklanjuti program Evolution Pupuk Kaltim, dengan pemantauan berkala media terumbu buatan yang diturunkan," papar Rio.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 25-28 Mei 2026
BMKG Keluarkan Peringatan...
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 24-27 Mei
BMKG Ingatkan Potensi...
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 13 Mei 2026
27.969 Bidang Tanah...
27.969 Bidang Tanah Milik Pemda di Sulsel Senilai Rp27,5 Triliun Belum Bersertifikat
Waspada Gelombang Tinggi...
Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia pada 29 Maret-1 April 2026
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Prabowo: Puluhan Ribu...
Prabowo: Puluhan Ribu Kapal Asing Tiap Malam Mengambil Kekayaan RI secara Ilegal
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Mencapai 4 Meter di Beberapa Perairan hingga 22 April 2026
Rekomendasi
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved