alexametrics

Soal Kekaisaran Sunda, Gubernur Jabar Minta Warga Kedepankan Logika dan Akal

loading...
Soal Kekaisaran Sunda, Gubernur Jabar Minta Warga Kedepankan Logika dan Akal
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau seluruh warga Jabar untuk mengedepankan logika dan akal sehat menyikapi fenomena bermunculannya komunitas Sunda Empire dengan latar belakang yang tidak jelas. Foto tangkapan layar Youtube
A+ A-
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau seluruh warga Jabar untuk mengedepankan logika dan akal sehat menyikapi fenomena bermunculannya komunitas kerajaan dengan latar belakang yang tidak jelas. Imbauan tersebut disampaikan Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil menyikapi kabar kemunculan komunitas Sunda Empire atau Kekaisaran Sunda yang menghebohkan masyarakat. Kabar tersebut mencuat seiring kemunculan Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Jawa Tengah yang juga menghebohkan masyarakat.

Emil juga meminta warga Jabar agar tidak mudah percaya terhadap kemunculan komunitas-komunitas semacam itu dengan tetap menggunakan rasio dalam kehidupan di masyarakat serta selalu taat terhadap aturan perundang-undangan. (Baca: Wali Kota Bandung Bakal Telusuri Sunda Empire)

"Jangan percaya terhadap hal-hal yang tidak masuk ke dalam logika akal sehat," ujar Emil di Bandung, Jumat (17/1/2020).



Menurut Emil, munculnya komunitas semacam Sunda Empire tak lepas dari banyaknya orang stres di Negeri ini yang menciptakan ilusi dari peristiwa sejarah. Ironisnya, banyak warga yang percaya dengan ilusi yang mereka ciptakan.

"Ini banyak orang stres ya di republik ini. Menciptakan ilusi-ilusi yang seringkali (mengacu pada) romantisme sejarah. Ini ternyata ada orang yang percaya juga jadi pengikutnya," ungkapnya.

Oleh karenanya, lanjut Emil, sebelum meresahkan masyarakat, dirinya juga sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jabar. Menurut Emil, Polda Jabar kini tengah meneliti keberadaan komunitas Sunda Empire, khususnya terkait dugaan yang mengarah pada tindak pidana.

"Sebelum ini menimbulkan keresahan, tadi malam Pak Kapolda sudah melaporkan sedang melakukan penelitian, kalau aspek pidana ini akan ditindaklanjuti," tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak