Kisah Zulkifli Lubis, Bapak Intelijen Indonesia Dituding Terlibat Peristiwa Cikini yang Meneror Soekarno
Selasa, 26 November 2024 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
Mendapati Jusuf Ismail yang bersama tiga temannya yakni Saadon bin Mohammad, Tasrif bin Husein, dan Moh Tasin bin Abubakar sebagai tersangka utama aksi penggranatan, Lubis menebak bahwa dirinya akan dituduh menjadi otak Peristiwa Cikini. Parahnya lagi, dia sedang berstatus buronan setelah percobaan kudeta pada 1956.
Pada akhirnya, Lubis memilih melarikan diri ke Sumatera. Benar saja, tak lama kemudian Nasution dan orang kepercayaannya, Letkol Sukendro, menuduhnya sebagai otak di balik penggranatan di Cikini.
Setelah insiden penggranatan itu, pelaku memang dengan cepat diringkus. Dipimpin Komandan Komando Militer Kota Besar Djakarta Raya Mayor Dachjar, para pelaku langsung ditangkap dan kemudian divonis mati.
Nama-nama pelaku itu memang dikenal dekat dengan Lubis. Mereka menganggap Lubis tokoh penting yang sejalan sebagai penentang Soekarno.
Pada perkembangan penyelidikan, peran Lubis tak diketahui lebih jauh. Lubis juga hanya mengaku kenal secara pribadi dengan para pelaku, tetapi tidak pernah memerintah untuk melakukan perlawanan dengan kekerasan hingga memakan korban jiwa.
"Saya memang kenal orang-orangnya. Tersangkut boleh saja. Tapi kalau saya dikatakan menyuruh mereka, itu sangat keliru sekali," tegas Lubis.
Pada akhirnya, Lubis memilih melarikan diri ke Sumatera. Benar saja, tak lama kemudian Nasution dan orang kepercayaannya, Letkol Sukendro, menuduhnya sebagai otak di balik penggranatan di Cikini.
Setelah insiden penggranatan itu, pelaku memang dengan cepat diringkus. Dipimpin Komandan Komando Militer Kota Besar Djakarta Raya Mayor Dachjar, para pelaku langsung ditangkap dan kemudian divonis mati.
Nama-nama pelaku itu memang dikenal dekat dengan Lubis. Mereka menganggap Lubis tokoh penting yang sejalan sebagai penentang Soekarno.
Pada perkembangan penyelidikan, peran Lubis tak diketahui lebih jauh. Lubis juga hanya mengaku kenal secara pribadi dengan para pelaku, tetapi tidak pernah memerintah untuk melakukan perlawanan dengan kekerasan hingga memakan korban jiwa.
"Saya memang kenal orang-orangnya. Tersangkut boleh saja. Tapi kalau saya dikatakan menyuruh mereka, itu sangat keliru sekali," tegas Lubis.
Lihat Juga :