Rano 'Si Doel': Retribusi Sampah Belum Dibutuhkan Jika Tata Kelola Sudah Benar
Minggu, 17 November 2024 - 21:35 WIB
loading...
Cagub-Cawagub Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno dalam debat ketiga Pilkada Jakarta 2024 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2024) malam. FOTO/ARIF JULIANTO
A
A
A
JAKARTA - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jakarta Nomor Urut 3, Rano Karno atau Si Doel menegaskan retribusi sampah belum dibutuhkan jika tata kelola sampah sudah benar. Penegasan ini menjawab pertanyaan tentang Dinas Lingkungan Hidup Jakarta yang mewacanakan membuat skema baru retribusi sampah rumah tangga di Jakarta skema baru tersebut diwacanakan dimulai pada 1 Januari 2025.
Sistem retribusi baru nantinya didasarkan pada prinsip siapa yang menghasilkan sampah, maka harus menanggung biaya pengelolaannya retribusi baru ini akan dikenakan kepada rumah tinggal dan kegiatan usaha dengan pembagian tarif berdasarkan daya listrik terpasang bukan berdasarkan volume sampah yang diproduksi.
"Sebetulnya retribusi sampah ini tidak dibutuhkan jika tata kelola sampah sudah benar dan efisien. Karena itulah keluarlah peraturan ini," kata Si Doel katanya pada Debat Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2024).
Selanjutnya, Si Doel mengatakan, pemilihan lulus sampah harus berangkat dari rumah tangga. Masalah sampah, katanya, bisa selesai sampai 35% jika bisa dipilah dari rumah tangga.
Sistem retribusi baru nantinya didasarkan pada prinsip siapa yang menghasilkan sampah, maka harus menanggung biaya pengelolaannya retribusi baru ini akan dikenakan kepada rumah tinggal dan kegiatan usaha dengan pembagian tarif berdasarkan daya listrik terpasang bukan berdasarkan volume sampah yang diproduksi.
"Sebetulnya retribusi sampah ini tidak dibutuhkan jika tata kelola sampah sudah benar dan efisien. Karena itulah keluarlah peraturan ini," kata Si Doel katanya pada Debat Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2024).
Selanjutnya, Si Doel mengatakan, pemilihan lulus sampah harus berangkat dari rumah tangga. Masalah sampah, katanya, bisa selesai sampai 35% jika bisa dipilah dari rumah tangga.
Lihat Juga :