Pengamat: Lemahnya Aparat terhadap Preman Bogor Bisa Hilangkan Kepercayaan Publik

Minggu, 17 November 2024 - 18:40 WIB
loading...
Pengamat: Lemahnya Aparat...
Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna menilai aksi premanisme yang terjadi di pasar khususnya Pasar Tumpah, Jalan Raya Merdeka, Bogor Tengah, bentuk ketidaktegasan aparat. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna menilai aksi premanisme yang terjadi di pasar khususnya Pasar Tumpah , Jalan Raya Merdeka, Bogor Tengah, bentuk ketidaktegasan aparat. Dampaknya publik bisa tidak lagi percaya dengan aparat penegak hukum.

"Adanya pungli bukti buruknya tata kota dan pemanfaatan tata ruang publik, sebab ada kategori underground ekonomi di kota yakni bisnis ekonomi yang sebetulnya menjadi sebuah kebutuhan kelompok informal yang mereka termarginalkan karena tidak punya aset," ujar Yayat, Minggu (17/11/2024).

Menurut dia, kehadiran preman karena merasa punya kuasa. Maka itu, lumrah selama ini terjadi konflik horizontal di pasar yang menjadi sentra ekonomi.

"Karena mereka itu memperebutkan jasa keamanan dan jasa parkir, itu kan ada ketika kuasa bukan negara yang menguasai kota. Aparat harusnya bisa menindak tetapi alasannya kurang anggota, kurang anggaran atau kurang kreatif," ungkapnya.

Jika terus dibiarkan dapat menimbulkan hilangnya rasa percaya publik terhadap aparat. Sehingga masyarakat jadi enggan melaporkan ke penegak hukum.

"Di situ ada persoalan distrust, runtuhnya kepercayaan publik terhadap negara. Ketika negara tidak hadir, trust hancur distrust yang terjadi jadi bagaimana premanisme itu bisa hilang tergantung trust yang dibangun oleh pemilik kuasa ruang itu misalnya aparat penegak hukum," ucapnya.

Warga Ancam Bongkar Pasar Tumpah

Warga Bogor Tengah mulai kesal dengan kehadiran Pasar Tumpah. Mereka mengancam akan bongkar sendiri jika tidak ada tindak lanjut dari aparat penegak hukum.

"Kalau polisi dan Satpol PP tidak mau bertindak, kami akan bongkar sendiri," kata Dadang Sudrajat, warga setempat.

Beberapa waktu lalu sudah ada rencana pembongkaran. Namun, rencana itu ditunda dengan alasan akan dilakukan usai Pilkada.

"Mereka bilang akan buat situasi tidak kondusif, tapi nyatanya kalau mau kondusif harusnya ada penangkapan," katanya.

Hasan, warga Ciwaringin menambahkan alasan pilkada hanya dipakai untuk buat masyarakat lupa. Sehingga rencana pembongkaran tidak akan pernah terjadi.

Kalau bicara kondusif keamanan jelang pilkada, lalu ke mana selama ini aparat penegak hukum. Protes ini sudah terjadi sejak tahun 2020, bahkan kelompok preman sempat melakukan perlawanan.

Tindak Aksi Premanisme

Warga Ciwaringin lainnya Rahmat meminta Kapolri, Jaksa Agung, dan Presiden Prabowo Subianto turun tangan. Perbuatan preman meresahkan warga hingga pedagang.

"Saya minta Pak Prabowo mendengar apa yang jadi keluh kesah kami sebagai warga. Selama ini aparat penegak hukum tidak pernah berani bongkar bangunan di Jalan Merdeka. Bangunan itu sudah jelas langgar IMB, karena dibiarkan begitu saja jadi markas preman," ujar Rahmat.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Soal Surat Kadin China...
Soal Surat Kadin China ke Prabowo, DPR Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi
Prabowo Tegaskan Aparat...
Prabowo Tegaskan Aparat Jangan Jadi Beking Penyelewengan
Rekomendasi
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved