Bupati Kotabaru Resmikan Masjid Kapal Pesiar Syaidina Ja'far dan Panggung Apung Menjulang
Jum'at, 15 November 2024 - 14:25 WIB
loading...
(Foto: dok Pemkab Kotabaru)
A
A
A
KOTABARU - Kabupaten Kotabaru memiliki banyak perubahan dari berbagai sektor selama kepemimpinan Bupati Kotabaru Sayed Jafar, salah satunya adalah peresmian Masjid Kapal Pesiar Syaidina Ja'far dan Panggung Apung Menjulang yang sejalan dengan visi misi bupati, yaitu untuk meningkatkan kualitas masyarakat yang religius, serta bukti nyata keberhasilan pemerintah Daerah Kotabaru dalam pembangunan wisata religi di Bumi saijaan, Kamis (15/8/2024).
Bupati Kotabaru dalam meresmikan dua bangunan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti serta menekan tombol dan suara sirine dan menjelaskan, panggung apung dan masjid kapal pesiar tidak hanya menjadi sebuah objek wisata yang menampilkan keindahan dan kemegahan bangunan saja, tetapi menjadi ikon khas Kabupaten Kotabaru selain Tugu Kembar Raja Ikan Todak.
"Panggung apung ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan dan juga tempat penampilan kreativitas masyarakat ataupun hiburan lainnya. Keberadaan panggung apung ini bisa menjadi tempat pengembangan aktivitas kepariwisataan dan kebudayaan, serta hiburan rakyat,” ujarnya.
Sedangkan Masjid Kapal pesiar Syaidina Ja'far ini diharapkan dapat mempermudah pengunjung wisata Siring laut untuk beribadah.
"Masjid kapal pesiar ini hendaknya tidak hanya dikunjungi pada saat waktu sholat saja, namun masyarakat dapat memakmurkannya dengan kegiatan bernuansa islami, seperti dzikir, maulid Habsyi, serta kegiatan islami lainnya,” tuturnya.
Bupati Sayed Jafar mengatakan, nantinya ikon Ikan Todak Kembar yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Saijaan akan dimajukan ke arah laut kurang lebih 80 meter dan air mancur menari akan diperpanjang begitu juga dengan jembatannya yang akan menambah keindahan wisata Siring laut.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kotabaru melaporkan, masjid kapal pesiar terdiri dari area basement, lantai 1 area entrance, ruang ballroom bamega/aula, office, ruang marbot, tempat wudhu, toilet, dan dapur.
Bupati Kotabaru dalam meresmikan dua bangunan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti serta menekan tombol dan suara sirine dan menjelaskan, panggung apung dan masjid kapal pesiar tidak hanya menjadi sebuah objek wisata yang menampilkan keindahan dan kemegahan bangunan saja, tetapi menjadi ikon khas Kabupaten Kotabaru selain Tugu Kembar Raja Ikan Todak.
"Panggung apung ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan dan juga tempat penampilan kreativitas masyarakat ataupun hiburan lainnya. Keberadaan panggung apung ini bisa menjadi tempat pengembangan aktivitas kepariwisataan dan kebudayaan, serta hiburan rakyat,” ujarnya.
Sedangkan Masjid Kapal pesiar Syaidina Ja'far ini diharapkan dapat mempermudah pengunjung wisata Siring laut untuk beribadah.
"Masjid kapal pesiar ini hendaknya tidak hanya dikunjungi pada saat waktu sholat saja, namun masyarakat dapat memakmurkannya dengan kegiatan bernuansa islami, seperti dzikir, maulid Habsyi, serta kegiatan islami lainnya,” tuturnya.
Bupati Sayed Jafar mengatakan, nantinya ikon Ikan Todak Kembar yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Saijaan akan dimajukan ke arah laut kurang lebih 80 meter dan air mancur menari akan diperpanjang begitu juga dengan jembatannya yang akan menambah keindahan wisata Siring laut.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kotabaru melaporkan, masjid kapal pesiar terdiri dari area basement, lantai 1 area entrance, ruang ballroom bamega/aula, office, ruang marbot, tempat wudhu, toilet, dan dapur.
Lihat Juga :