Kisah Iqram Aswan Meraih Mimpi Kuliah di UI
Rabu, 30 Oktober 2024 - 11:45 WIB
loading...
Muh Iqram Aswan menjadi mahasiswa Teknik Mesin UI setelah lolos seleksi BSI Scholarship Unggulan angkatan pertama. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Di balik gedung megah Universitas Indonesia (UI), tersimpan kisah inspiratif seorang mahasiswa Teknik Mesin bernama Muh Iqram Aswan. Pemuda yang berasal dari keluarga sederhana ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.
"berasal dari keluarga yang kurang mampu, tapi itu tidak mematahkan semangat saya untuk berjuang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi," kata Iqram dalam keterangan tertulis dikutip, Rabu (30/10/2024).
Sejak TK hingga SMA, Iqram hidup menumpang di rumah neneknya. Beruntung, sang nenek yang berprofesi sebagai guru mampu membiayai pendidikan cucunya. Namun, situasi mulai berubah drastis ketika sang nenek pensiun. Kondisi ekonomi keluarga berada di titik terendah, memaksa Iqram untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang lebih sederhana.
"Saya bahkan sempat memiliki niat untuk langsung bekerja ketika lulus SMA," akunya. Namun, harapan besar dari ibu, nenek, dan keluarga menjadi motivasi baginya untuk tetap melanjutkan pendidikan. Sebagai anak tunggal, Iqram dipercaya dapat mengubah nasib keluarganya.
Iqram tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah yang meninggalkannya sejak dalam kandungan. "Saya dari lahir sampai sekarang tidak pernah melihat muka ayah saya secara langsung," tuturnya. Namun, alih-alih menjadikannya putus asa, kondisi ini justru memotivasinya untuk mengangkat derajat keluarga.
Semangat belajar Iqram terbukti dari keaktifannya di sekolah, baik dalam bidang akademik maupun ekstrakurikuler. Ia berhasil meraih prestasi di OSN Fisika tingkat provinsi dan berbagai lomba kepramukaan. Meski sempat menyesali keputusannya tidak mengambil jurusan IPS, mengingat prestasinya sebagai juara 1 LSM IPS tingkat kabupaten semasa SMP, takdir membawanya ke jalur teknik di UI.
Keberhasilan Iqram lolos SNBP UI adalah momen yang tak terlupakan. "Saya dan nenek saya waktu itu langsung menangis," kenangnya. Bagi keluarga sederhana dari pedesaan, masuk ke salah satu PTN terbaik di Indonesia adalah pencapaian luar biasa. Iqram tercatat sebagai orang kedua dari sekolahnya yang berhasil masuk UI.
"berasal dari keluarga yang kurang mampu, tapi itu tidak mematahkan semangat saya untuk berjuang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi," kata Iqram dalam keterangan tertulis dikutip, Rabu (30/10/2024).
Sejak TK hingga SMA, Iqram hidup menumpang di rumah neneknya. Beruntung, sang nenek yang berprofesi sebagai guru mampu membiayai pendidikan cucunya. Namun, situasi mulai berubah drastis ketika sang nenek pensiun. Kondisi ekonomi keluarga berada di titik terendah, memaksa Iqram untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang lebih sederhana.
"Saya bahkan sempat memiliki niat untuk langsung bekerja ketika lulus SMA," akunya. Namun, harapan besar dari ibu, nenek, dan keluarga menjadi motivasi baginya untuk tetap melanjutkan pendidikan. Sebagai anak tunggal, Iqram dipercaya dapat mengubah nasib keluarganya.
Iqram tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah yang meninggalkannya sejak dalam kandungan. "Saya dari lahir sampai sekarang tidak pernah melihat muka ayah saya secara langsung," tuturnya. Namun, alih-alih menjadikannya putus asa, kondisi ini justru memotivasinya untuk mengangkat derajat keluarga.
Semangat belajar Iqram terbukti dari keaktifannya di sekolah, baik dalam bidang akademik maupun ekstrakurikuler. Ia berhasil meraih prestasi di OSN Fisika tingkat provinsi dan berbagai lomba kepramukaan. Meski sempat menyesali keputusannya tidak mengambil jurusan IPS, mengingat prestasinya sebagai juara 1 LSM IPS tingkat kabupaten semasa SMP, takdir membawanya ke jalur teknik di UI.
Keberhasilan Iqram lolos SNBP UI adalah momen yang tak terlupakan. "Saya dan nenek saya waktu itu langsung menangis," kenangnya. Bagi keluarga sederhana dari pedesaan, masuk ke salah satu PTN terbaik di Indonesia adalah pencapaian luar biasa. Iqram tercatat sebagai orang kedua dari sekolahnya yang berhasil masuk UI.
Lihat Juga :