Sritex Dinyatakan Pailit, Ribuan Buruh Galau Khawatir Perusahaan Ditutup

Senin, 28 Oktober 2024 - 16:16 WIB
loading...
Sritex Dinyatakan Pailit,...
Suasana Pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah pada Senin (28/10/2024). Foto/Ary Wahyu Wibowo
A A A
SUKOHARJO - Ribuan buruh PT Sri Rejeki Isman (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah galau menyusul kabar bahwa pabrik tempat mereka bekerja dinyatakan pailit. Mereka bingung harus bekerja di mana jika perusahaan benar-benar tutup.

“Saya tahunya dinyatakan pailit baca di media massa, rasanya langsung khawatir,” kata salah satu buruh Sritex yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui SINDOnews, Senin (28/10/2024).

Baca juga: PN Kota Semarang Resmi Nyatakan Sritex Berstatus Pailit

Kabar itu benar-benar mengejutkan karena pabrik selama ini beroperasi seperti biasa. Gaji mereka selama ini juga dibayarkan tepat waktu dan tidak pernah molor.

Namun, buruh tersebut enggan menyebutkan detail jumlahnya gajinya.



Ia hanya menyebut bahwa gaji telah sesuai ketentuan. Kabar Sritex dinyatakan pailit juga tengah menjadi perbincangan hangat para buruh lainnya. Para buruh juga merasakan kekhawatiran serupa seperti dirinya.

“Saya sudah sekitar 5 tahun bekerja di sini, kalau perusahaan ditutup bingung mau kerja ke mana lagi. Kalau melamar ke perusahaan lain pasti terganjal masalah usia,” ucapnya.

Baca juga: Daftar Bank Pemberi Utang ke Sritex, Nilainya Tembus Rp25 Triliun

Dirinya berharap semua pihak turut membantu memikirkan Sritex agar tidak ditutup, dan tidak ada PHK karyawan.

Setelah dinyatakan pailit, para buruh mengenakan pita hitam di lengan dengan tulisan Selamatkan Sritex.

Sementara itu, saat dipanggil Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Sukoharjo beberapa waktu lalu, General Manager HRD PT Sritex Grup, Hario Ngadiyono mengatakan, putusan pailit perusahaan memang benar adanya.

Putusan pailit per tanggal 20 Oktober 2024 oleh putusan Pengadilan Niaga Kota Semarang. Namun demikian, putusan tidak lantas menghentikan operasional pabrik karena masih ada ribuan tenaga kerja di dalamnya.

“Operasional pabrik tetap berjalan normal,” kata Hario Ngadiyono.

Pekerjaaan dibagi dalam tiga shift atau tiga pembagian waktu selama 24 jam seperti biasa. Namun dengan adanya pemberitaan kabar putusan pailit membuat pekerja khawatir.

Pihaknya meminta agar pekerja tidak perlu mengkhawatikan kondisi perusahaan.

Sebab kenyataannya, proses produksi tetap berjalan seperti biasa. Perusahaan akan mengupayakan penyelesaian masalah tersebut sementara pekerja juga harus tetap bekerja dengan normal.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ada Demo Buruh di Kemnaker,...
Ada Demo Buruh di Kemnaker, Pengendara Diimbau Gunakan Jalur Alternatif
Dalang Rencana Anarkis...
Dalang Rencana Anarkis Aksi May Day di Jakarta Diburu
Berniat Bikin Rusuh...
Berniat Bikin Rusuh Hari Buruh di Jakarta, 101 Orang yang Ditangkap Tak Bakal Ditahan
Polisi Buru Donatur...
Polisi Buru Donatur Kelompok yang Hendak Bikin Rusuh Hari Buruh di Jakarta
Hari Buruh 2026, Fahira...
Hari Buruh 2026, Fahira Idris Sampaikan 5 Tantangan ke Depan
Hari Buruh 2026 Kondusif,...
Hari Buruh 2026 Kondusif, Lemkapi Apresiasi Kinerja Polri
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Rekomendasi
Inggris Hajar Kroasia...
Inggris Hajar Kroasia 4-2, Tuchel: Ini Bukan Identitas The Three Lions
The Rain Ajak Pengunjung...
The Rain Ajak Pengunjung PRJ 2026 Bernostalgia lewat Lagu 'Di Perantauan'
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Berita Terkini
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved