Petaka Pesta Pasukan Mongol, Kocar-kacir Dipukul Serangan Kilat Pasukan Raden Wijaya
Selasa, 15 Oktober 2024 - 07:27 WIB
loading...
Pesta kemenangan Pasukan Mongol usai mengalahkan Kerajaan Kediri berbuah petaka. Pesta mereka itu berbuah bencana usai diserang oleh pasukan di bawah komando Raden Wijaya dan Arya Wiraraja. Foto/Istimewa
A
A
A
Pesta kemenangan Pasukan Mongol usai mengalahkan Kerajaan Kediri berbuah petaka. Pesta mereka itu berbuah bencana usai diserang oleh pasukan di bawah komando Raden Wijaya dan Arya Wiraraja, yang awalnya bersama-sama menyerang pasukan Kediri. Pasukan Mongol pun mengalami kekalahan.
Konon serangan kilat ini sudah direncanakan oleh Raden Wijaya, bersama beberapa pembesar Majapahit dan rekan seperjuangannya. Pasukan Raden Wijaya konon izin untuk pulang meninggalkan lokasi pesta terlebih dahulu.
Baca juga: Daftar 35 Pamen Polri yang Dimutasi ke Daerah Timur pada 20 September 2024
Raden Wijaya yang izin pulang ternyata tidaklah pulang, tapi menyiapkan pasukan Majapahit untuk balik menyerang. Pasukan Majapahit memerlukan waktu sebulan untuk menyerang prajurit Mongol. Pada buku "Sandyakala di Timur Jawa: 1042-1527 M" dari tulisan Prasetya Ramadhan, dikisahkan bahwa Raden Wijaya kembali ke Tarik yang saat itu dihuni pasukan tentara Mongol.
Pasukan Raden Wijaya berhasil membunuh 200 orang prajurit Mongol yang mengawalnya ke Majapahit. Penumpasan pertama rombongan Mongol itu dilakukan oleh Sora dan Ronggolawe, dua panglima perang Majapahit yang merupakan paman dan keponakannya.
Rombongan terus bergerak untuk menghabisi pasukan Mongol yang saat itu tengah dilanda pesta mabuk kemenangan. Membawa pasukan yang lebih besar, Raden Wijaya menggerakkan pasukannya menuju kamp utama pasukan Mongol dan melancarkan serangan tiba-tiba.
Raden Wijaya berhasil membunuh banyak prajurit Mongol, sedangkan sisanya berlari ke kapal mereka. Setelah mencapai sebuah candi, tentara Mongol disergap oleh tentara Jawa yang telah menunggu. Di pantai, armada pasukan Jawa yang dipimpin Rakryan Mantri Arya Ardikara menghancurkan sejumlah kapal Mongol.
Konon serangan kilat ini sudah direncanakan oleh Raden Wijaya, bersama beberapa pembesar Majapahit dan rekan seperjuangannya. Pasukan Raden Wijaya konon izin untuk pulang meninggalkan lokasi pesta terlebih dahulu.
Baca juga: Daftar 35 Pamen Polri yang Dimutasi ke Daerah Timur pada 20 September 2024
Raden Wijaya yang izin pulang ternyata tidaklah pulang, tapi menyiapkan pasukan Majapahit untuk balik menyerang. Pasukan Majapahit memerlukan waktu sebulan untuk menyerang prajurit Mongol. Pada buku "Sandyakala di Timur Jawa: 1042-1527 M" dari tulisan Prasetya Ramadhan, dikisahkan bahwa Raden Wijaya kembali ke Tarik yang saat itu dihuni pasukan tentara Mongol.
Pasukan Raden Wijaya berhasil membunuh 200 orang prajurit Mongol yang mengawalnya ke Majapahit. Penumpasan pertama rombongan Mongol itu dilakukan oleh Sora dan Ronggolawe, dua panglima perang Majapahit yang merupakan paman dan keponakannya.
Rombongan terus bergerak untuk menghabisi pasukan Mongol yang saat itu tengah dilanda pesta mabuk kemenangan. Membawa pasukan yang lebih besar, Raden Wijaya menggerakkan pasukannya menuju kamp utama pasukan Mongol dan melancarkan serangan tiba-tiba.
Raden Wijaya berhasil membunuh banyak prajurit Mongol, sedangkan sisanya berlari ke kapal mereka. Setelah mencapai sebuah candi, tentara Mongol disergap oleh tentara Jawa yang telah menunggu. Di pantai, armada pasukan Jawa yang dipimpin Rakryan Mantri Arya Ardikara menghancurkan sejumlah kapal Mongol.
Lihat Juga :