Tim Pemenangan: Dharma-Kun Prioritaskan Pembenahan Adab, Akhlak, dan Budi Pekerti
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 15:25 WIB
loading...
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Dharma Pongrekun-Kun Wardana bakal membenahi adab, akhlak, dan budi pekerti. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Tim Pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Dharma Pongrekun -Kun Wardana, Mirah Sumirat menyebut pasangan yang didukungnya menyajikan hal yang beda dalam debat Pilkada Jakarta pada Minggu, 6 Oktober 2024. Paslon nomor urut 2 tersebut dinilai mengutamakan adab.
"Tapi yang paling menjadi pembeda dari ketiga Paslon, pasangan Dharma Kun nomor 02 adalah bungkusannya adalah adab. Jadi ini yang tidak dalam tanda kutip tidak menjadi konsentrasi dari pasangan yang lain," kata Mirah dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk “Nanti Kita Cerita Tentang Pilkada DKI Hari Ini”, Sabtu (12/10/2024).
Mirah tidak menyinggung pasangan lain tidak memiliki adab, namun pasangan Dharma-Kun menekankan bahwa adab dan budi pekerti menjadi hal yang harus digunakan dalam membangun Jakarta ke depan.
Baca juga: Tim Pemenangan Klaim Dharma-Kun Tampil Memuaskan saat Debat Perdana
"Bukan tidak beradab (pasangan lainnya), maksudnya kita membandingkan lagi bagaimana adab, budi pekerti, akhlak itu sudah ditinggalkan. Semua akan bikin bagus percuma kalau masih dalam tanda kutip PR nya adabnya tidak terselesaikan dengan baik," kata Mirah.
"Tapi yang paling menjadi pembeda dari ketiga Paslon, pasangan Dharma Kun nomor 02 adalah bungkusannya adalah adab. Jadi ini yang tidak dalam tanda kutip tidak menjadi konsentrasi dari pasangan yang lain," kata Mirah dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk “Nanti Kita Cerita Tentang Pilkada DKI Hari Ini”, Sabtu (12/10/2024).
Mirah tidak menyinggung pasangan lain tidak memiliki adab, namun pasangan Dharma-Kun menekankan bahwa adab dan budi pekerti menjadi hal yang harus digunakan dalam membangun Jakarta ke depan.
Baca juga: Tim Pemenangan Klaim Dharma-Kun Tampil Memuaskan saat Debat Perdana
"Bukan tidak beradab (pasangan lainnya), maksudnya kita membandingkan lagi bagaimana adab, budi pekerti, akhlak itu sudah ditinggalkan. Semua akan bikin bagus percuma kalau masih dalam tanda kutip PR nya adabnya tidak terselesaikan dengan baik," kata Mirah.
Lihat Juga :