Waterway, Strategi RIDO Wujudkan Transportasi Air di Jakarta
Selasa, 08 Oktober 2024 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
"Kehadiran transportasi air ini akan membuat sungai menjadi lebih terpelihara dan lebih bagus. Saat ini, sebenarnya sungai juga sudah dimanfaatkan warga, hanya saja saat ini tidak termanajemen dengan baik," cetusnya.
Menurut Bernie, transportasi air bisa menjadi salah satu jenis moda angkutan umum massal yang akan dikembangkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Terlebih, moda transportasi air pernah ditetapkan dalam program Pola Transportasi Makro (PTM) Pemprov DKI Jakarta pada 2003.
Di mulai 2007, Sutiyoso yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta kala itu sempat mencanangkan integrasi Bus Rapid Transit (BRT), Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Angkutan Sungai (Waterways). "Tim teknis RIDO mengenali beberapa kendala dalam mewujudkan transportasi air, seperti sampah dan debit air yang tidak pasti. Saat ini, kami sedang membuatkan kajian secara mendalam," ungkapnya.
Kajian ini diperlukan untuk mengantisipasi risiko hujan karena debit air bisa melewati batas atas ketinggian dalam pengoperasian kapal. Pun saat tidak hujan sehingga menyebabkan debit air berada di bawah batas pengoperasian kapal.
"Untuk menghidupkan sungai, RIDO akan menyiapkan Ruang Sungai atau Room For River, di mana sungai akan dinormalkan sesuai dengan kodrat alaminya alias natural, agar bisa ditanami dengan rapi juga bisa dilengkapi dengan pedestrian. Dengan begitu, sangat dimungkinkan bagi warga sekitar bisa healing di tepian sungai karena memiliki ruang sungai yang indah, dipenuhi rindangnya pepohonan, dan memiliki air yang jernih," kata Bernie.
Menurut Bernie, transportasi air bisa menjadi salah satu jenis moda angkutan umum massal yang akan dikembangkan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Terlebih, moda transportasi air pernah ditetapkan dalam program Pola Transportasi Makro (PTM) Pemprov DKI Jakarta pada 2003.
Di mulai 2007, Sutiyoso yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta kala itu sempat mencanangkan integrasi Bus Rapid Transit (BRT), Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Angkutan Sungai (Waterways). "Tim teknis RIDO mengenali beberapa kendala dalam mewujudkan transportasi air, seperti sampah dan debit air yang tidak pasti. Saat ini, kami sedang membuatkan kajian secara mendalam," ungkapnya.
Kajian ini diperlukan untuk mengantisipasi risiko hujan karena debit air bisa melewati batas atas ketinggian dalam pengoperasian kapal. Pun saat tidak hujan sehingga menyebabkan debit air berada di bawah batas pengoperasian kapal.
"Untuk menghidupkan sungai, RIDO akan menyiapkan Ruang Sungai atau Room For River, di mana sungai akan dinormalkan sesuai dengan kodrat alaminya alias natural, agar bisa ditanami dengan rapi juga bisa dilengkapi dengan pedestrian. Dengan begitu, sangat dimungkinkan bagi warga sekitar bisa healing di tepian sungai karena memiliki ruang sungai yang indah, dipenuhi rindangnya pepohonan, dan memiliki air yang jernih," kata Bernie.
(rca)
Lihat Juga :