alexametrics

Cuaca Buruk Angin Barat, Ratusan Nelayan Indramayu Berhenti Melaut

loading...
Cuaca Buruk Angin Barat, Ratusan Nelayan Indramayu Berhenti Melaut
Gelombang tinggi dan angin kencang di tengah laut Jawa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengakibatkan ratusan perahu dan kapal nelayan Pantura Indramayu di Pelabuhan Dadap Kecamatan Juntinyuat terpaksa berhenti melaut. Foto iNews TV/Toiskandar
A+ A-
INDRAMAYU - Gelombang tinggi dan angin kencang di tengah laut Jawa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengakibatkan ratusan perahu dan kapal nelayan Pantura Indramayu di Pelabuhan Dadap Kecamatan Juntinyuat terpaksa berhenti melaut, beberapa hari terakhir. Sementara meski nelayan yang menggunakan kapal besar masih tetap berlayar meski angin barat. Namun hasil tangkapan pun berkurang jika dibandingkan cuaca buruk saat ini. (Baca: Nelayan berhenti melaut, hasil ikan menyusut)
Cuaca Buruk Angin Barat, Ratusan Nelayan Indramayu Berhenti Melaut
Cuaca buruk yang menyebabkan gelombang tinggi dan angin kencang diakibatkan faktor angin barat. Akibat cuaca buruk berdampak pada pasokan ikan di sejumlah tempat pelelangan ikan berkurang. Nelayan hanya bisa memperbaiki jaring mereka sambil menunggu cuaca berangsur normal.“Ya hampir satu pekan terakhir ini saya dan ratusan nelayan lainnya di Pelabuhan Dadap hanya menyandarkan perahu di sekitar pelabuhan karena tingginya ombak. Maklumlah perahu kita kecil, kalau dipaksakan bisa berbahaya,” kata Nanto nelayan setempat, Sabtu (7/12/2019).
Cuaca Buruk Angin Barat, Ratusan Nelayan Indramayu Berhenti Melaut

Menurut Nanto ratusan nelayan yang tak melaut hanya bisa pasrah dengan keadan cuaca buruk. Biasanya selama tidak melaut hanya bisa memperbaiki mesin perahu dan jaring yang sudah rusak.

“Cuaca buruk memasuki angin barat ini diperkirakan baru akan mulai redah memasuki bulan Februari mendatang. Nelayan Dadap Indramayu akan kembali berlayar di tengah laut jika kondisi cuaca berangsur normal,” tandasnya.


(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak