Ridwan Kamil Ingin Bikin Buku CSR untuk Majukan Kesenian Jakarta
Selasa, 24 September 2024 - 00:24 WIB
loading...
Cagub Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil bersama wakilnya Suswono mewacanakan dibentuknya buku tanggung jawab sosial atau CSR untuk memajukan kesenian di Jakarta. Foto: SINDOnews/Widya Michella
A
A
A
JAKARTA - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil bersama wakilnya Suswono mewacanakan dibentuknya buku tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) untuk memajukan kesenian di Jakarta. Sebab, pendanaan tak melulu dari APBD.
"Tapi yang akan kami lakukan dan pernah saya lakukan, sebenarnya dana-dana lain di luar APBD itu besar. Hanya komunikasi dengan pemimpinnya kurang. Maka dulu saya bikin namanya buku CSR,"ujar Ridwan Kamil dalam Dialog Publik Seni di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (23/9/2024).
Baca juga: Ridwan Kamil-Suswono Diyakini Bisa Menangkan Satu Putaran di Pilkada Jakarta 2024
Berdasarkan pengalamannya menjadi Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, dana APBD
hanya dapat mengurusi kehidupan maksimal 20 persen. Sehingga sisanya 80 persen harus mencari sendiri untuk memberlanjutkan kehidupan.
"Kalau semuanya minta APBD, semua minta APBD ya, segala-gala di bidang keumatan dulu, guru ngaji minta, Marbot minta, semua minta, itu APBD pasti habis hanya untuk membayari ekosistem sosial misalkan seperti itu," ungkapnya.
"Tapi yang akan kami lakukan dan pernah saya lakukan, sebenarnya dana-dana lain di luar APBD itu besar. Hanya komunikasi dengan pemimpinnya kurang. Maka dulu saya bikin namanya buku CSR,"ujar Ridwan Kamil dalam Dialog Publik Seni di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (23/9/2024).
Baca juga: Ridwan Kamil-Suswono Diyakini Bisa Menangkan Satu Putaran di Pilkada Jakarta 2024
Berdasarkan pengalamannya menjadi Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, dana APBD
hanya dapat mengurusi kehidupan maksimal 20 persen. Sehingga sisanya 80 persen harus mencari sendiri untuk memberlanjutkan kehidupan.
"Kalau semuanya minta APBD, semua minta APBD ya, segala-gala di bidang keumatan dulu, guru ngaji minta, Marbot minta, semua minta, itu APBD pasti habis hanya untuk membayari ekosistem sosial misalkan seperti itu," ungkapnya.
Lihat Juga :