Telusuri Kemacetan di Daan Mogot, Sudin Jakbar Survei Pemotor

Kamis, 27 Agustus 2020 - 17:21 WIB
loading...
Telusuri Kemacetan di...
Kemacetan di Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melakukan survei terhadap ratusan pemotor yang melintas diJalan Daan Mogot, Kamis (27/8/2020). Langkah ini untuk mengetahui jumlah pemotor yang menghubungkan wilayah Jakarta Barat dengan Tangerang.

Nantinya setelah disurvei, Sudinhub Jakarta akan memberikan kepbijakan mengurangi kepadatan di Jalan Daan Mogot yang setiap harinya terjadi. Karena itu, dalam surveinya pemotor di lampu merah diberikan kertas kecil oleh petugas Sudinhub Jakarta Barat. (Baca juga: Ada Galian, Jalan Daan Mogot Jakarta Barat Macet Parah )

Kertas tersebut berisi tautan website survei dan scan code agar para pemotor menjadi responden dalam survei yang diselenggarakan jajaran Sudinhub Jakarta Barat untuk mengetahui alasan mereka enggan beralih ke kendaraan umum. Dalam pertanyaan di website tersebut ada tujuh pertanyaan yang diberikan seputar alasan pengendara memilih kendaraan pribadi dafn tak beralih ke kendaraan umum.

Kasudinhub Jakarta Barat, Erwansyah mengatakan, kegiatan ini merupakan upayanya untuk mengurai kemacetan dan memindahkan pengendara ke kendaraan umum. Untuk saat ini pihaknya memang masih sebatas di Jalan Daan Mogot mengingatjalan tersebut merupakan jalur utama dari arah Tangerangmenuju Jakarta.

"Karena kami sedang mencari formula untuk mengurai kemacetan di Jalan Daan Mogot. Makanya kami perlu tahu kenapa pengendara terutama pemotor ini enggan beralih ke kendaraan umum," kata Erwansyah saat dihubungi, Kamis (27/8/2020). (Baca juga: Jalanan Macet saat Pulang Kantor, Tandanya Jakarta Kembali Normal )

Sejauh ini, kata Erwansyah, sudah ada ratusan pemotor yang menjadi responden dalam survei tersebut. Nantinya hasil survei ini akan menjadi kajian dalam upaya mengurai kemacetan di Jalan Daan Mogot.

"Kami ingin tahu kenapa mereka enggak mau naik kendaraan umum. Apakah karena memang tidak ada kendaraan umum yang melintas atau karena apa," tutupnya. (Baca juga: Tak Kenakan Masker, Puluhan Orang Terjaring Razia di Kembangan )
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Atur Lalu Lintas, China...
Atur Lalu Lintas, China Resmi Terjunkan Robot Polisi di Jalan
Memanusiakan Jalan Raya:...
Memanusiakan Jalan Raya: Lebih dari Sekadar Aspal dan Marka
Jalur Ketapang-Gilimanuk...
Jalur Ketapang-Gilimanuk Lumpuh, Legislator Kritik Tajam Manajemen Logistik Nasional
Rekomendasi
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved