Jubir Ridwan Kamil-Suswono: Jakarta Melting Pot, Tempatnya Adu Gagasan
Jum'at, 20 September 2024 - 07:29 WIB
loading...
Jubir Ridwan Kamil-Suswono, Rian Ernest menegaskan, Jakarta merupakan melting pot. Sehingga siapa saja bisa bertarung di pilkada, sepanjang punya kompetensi. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Ridwan Kamil-Suswono, Rian Ernest menegaskan, Jakarta merupakan melting pot. Sehingga siapa saja bisa bertarung di pilkada, sepanjang punya kompetensi.
Melting pot sendiri merupakan suatu tempat di mana berbagai macam masyarakat, kebudayaan, atau individu berasimilasi menjadi satu kesatuan. Hal inilah yang tercermin dari Jakarta saat ini.
Sementara itu, dalam kontestasi Pilkada Jakarta dari tiga pasangan calon dimana Ridwan Kamil merupakan asli Jawa Barat, bukan suku Betawi asli dari Jakarta. Kemudian, Pramono Anung juga merupakan orang Kediri, Jawa Timur.
"Yang pasti Ridwan Kamil gitu ya, pasangan RIDO gitu, ini pasangan yang baru memang. Jakarta ini melting pot, ada Mas Pram, ada yang dikatakan Kang Emil, melting pot,” ujar Rian dalam program dialog INTERUPSI dengan tema “Adu Timses Demi Satu Putaran” di iNews, Kamis (19/9/2024) malam.
Rian pun menegaskan semua orang punya kesempatan yang sama. Dan selama seseorang mempunyai kompetensi maka layak untuk memimpin Jakarta.
Melting pot sendiri merupakan suatu tempat di mana berbagai macam masyarakat, kebudayaan, atau individu berasimilasi menjadi satu kesatuan. Hal inilah yang tercermin dari Jakarta saat ini.
Sementara itu, dalam kontestasi Pilkada Jakarta dari tiga pasangan calon dimana Ridwan Kamil merupakan asli Jawa Barat, bukan suku Betawi asli dari Jakarta. Kemudian, Pramono Anung juga merupakan orang Kediri, Jawa Timur.
"Yang pasti Ridwan Kamil gitu ya, pasangan RIDO gitu, ini pasangan yang baru memang. Jakarta ini melting pot, ada Mas Pram, ada yang dikatakan Kang Emil, melting pot,” ujar Rian dalam program dialog INTERUPSI dengan tema “Adu Timses Demi Satu Putaran” di iNews, Kamis (19/9/2024) malam.
Rian pun menegaskan semua orang punya kesempatan yang sama. Dan selama seseorang mempunyai kompetensi maka layak untuk memimpin Jakarta.
Lihat Juga :