Gugus Tugas: Klaster Covid-19 di LG Berawal dari Satu Karyawan Meninggal
Kamis, 27 Agustus 2020 - 12:56 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi menyebutkan salah satu karyawan PT LG Elektronik Indonesia dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Bahkan, hasil tes swab keluar dan positif Corona.
"Klaster Covid-19 di LG berawal dari satu karyawan yang meninggal dunia karena positif Corona," kata Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi Irfan Maulana, Kamis (27/8/2020).
Dari situlah, tes swab dilakukan kepada seluruh karyawan dan menemukan 242 karyawan positif Covid-19. (Baca juga: 242 Karyawan Terinfeksi COVID-19, LG Mengaku Sangat Terpukul)
Menurut dia, sejak kasus awal pada 18 Agustus 2020 satu karyawan LG yang diduga terinfeksi Covid-19 langsung dilaporkan ke Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi. Lalu, pada 19 Agustus 2020 karyawan itu dinyatakan meninggal dunia. Tanggal 20 Agustus 2020 hasil swabnya keluar dinyatakan positif Corona.
Hingga saat ini, pemerintah bersama pihak industri terus berkoordinasi agar penyebaran Covid-19 tidak berkembang secara sporadis. Sebagai langkah antisipasi, semua pihak harus terlibat dan bekerjasama secara baik, mulai dari kawasan industri, pemda, dan pelaku usaha.
"Klaster Covid-19 di LG berawal dari satu karyawan yang meninggal dunia karena positif Corona," kata Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi Irfan Maulana, Kamis (27/8/2020).
Dari situlah, tes swab dilakukan kepada seluruh karyawan dan menemukan 242 karyawan positif Covid-19. (Baca juga: 242 Karyawan Terinfeksi COVID-19, LG Mengaku Sangat Terpukul)
Menurut dia, sejak kasus awal pada 18 Agustus 2020 satu karyawan LG yang diduga terinfeksi Covid-19 langsung dilaporkan ke Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi. Lalu, pada 19 Agustus 2020 karyawan itu dinyatakan meninggal dunia. Tanggal 20 Agustus 2020 hasil swabnya keluar dinyatakan positif Corona.
Hingga saat ini, pemerintah bersama pihak industri terus berkoordinasi agar penyebaran Covid-19 tidak berkembang secara sporadis. Sebagai langkah antisipasi, semua pihak harus terlibat dan bekerjasama secara baik, mulai dari kawasan industri, pemda, dan pelaku usaha.
Lihat Juga :