Angka Kecelakaan Anak Tinggi, Ditjen Hubdar: Perlu Edukasi Sejak Usia Dini

Kamis, 27 Agustus 2020 - 11:39 WIB
loading...
Angka Kecelakaan Anak...
Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Hubdar Pandu Yunianto memberikan cinderamata kepada Bunda Salud Kurnia Agustina pada acara Bimtek Keselamatan Jalan Anak Usia Sekolah dan Program Aksi Safety Riding Tahun 2020. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A A A
BANDUNG - Angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak dan remaja di Indonesia masih tinggi. Diperlukan edukasi keselamatan berlalu lintas sedini mungkin melalui saluran pendidikan dan kegiatan orangtua agar angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia bisa ditekan.

Data Kecelakaan dari Polri tahun 2019 terjadi kecelakaan sebanyak 116.411 kejadian. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 7% dari tahun sebelumnya. Kecelakaan itu menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak 25.671 jiwa. (BACA JUGA: 3 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Cipali, 4 Orang Tewas )

Sayangnya, jumlah kejadian kecelakaan berdasarkan pendidikan korban tertinggi adalah pelajar dan mahasiswa sebanyak 71.134 kasus. Dengan rincian, rentang usia 10-14 tahun sebanyak 7.129 kasus dan dengan rentang usia 20-24 tahun, 13.170. (BACA JUGA: Tabrakan 3 Kendaraan di Cipali, 4 Orang Tewas )

Direktur Sarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdar) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Pandu Yunianto mengatakan, penyebab kecelakaan paling banyak dilakukan pengendara sepeda motor.

Pelanggaran terjadi karena orangnya belum paham, ada juga yang sudah paham tetapi belum menghayati atau karena pengaruh lingkungan. (BACA JUGA: Hilang Kendali saat Menyalip, Pikap Tabrak Bus di Nagreg, Sopir Tewas Terjepit )

"Bagaimana tidak, anak belum punya SIM, tapi sudah jalan pakai motor. Bahkan kakinya saja belum sampai menginjak tanah, sudah bawa sepeda motor. Ini kan menjadi persoalan," kata Pandu pada acara Bimbingan Teknis Keselamatan Jalan Anak Usia Sekolah dan Program Aksi Safety Riding Tahun 2020 di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat , Kamis (27/8/2020).

Angka Kecelakaan Anak Tinggi, Ditjen Hubdar: Perlu Edukasi Sejak Usia Dini

Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Hubdar Kementerian Perhubungan Kemenhub Pandu Yunianto. Foto/SINDOnews/Arif Budianto

Menurut Pandu, kecelakaan lalu lintas biasanya terjadi diawali dengan pelanggaran dan sampai saat ini tumbuh kembang budaya melanggar dalam berlalu lintas di Indonesia dapat dikatakan sangat pesat.

Tingginya angka pelanggaran merupakan indikasi semakin rendahnya norma dan etika berlalu lintas, dan semakin buruknya budaya keselamatan transportasi jalan di Indonesia .

"Sering kali tanpa disadari anak diajarkan berperilaku melanggar dari kebiasaan yang ditanamkan oleh orang tua pada saat berlalu lintas jalan," ujar Pandu.

Pandu menuturkan, keselamatan jalan sampai saat ini belum menjadi budaya di masyarakat. Untuk membentuk budaya perlu proses panjang dengan melakukan perubahan persepsi yang terus menerus kepada masyarakat tentang keselamatan.

Perubahan persepsi tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan dan sosialisasi sejak dini, sehingga keselamatan berlalu lintas bisa menjadi nilai- nilai kehidupan.

Edukasi sejak dini, tutur Pandu, menjadi penting, untuk membekali masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan. Untuk mengajak hal ini, Ditjen Hubdar Kemenhub menggelar bimbingan teknis (bimtek) kepada guru TK sehingga diharapkan bisa menyampaikan ke anak didik.

Selain itu, dilibatkannya Bunda Sadar Lalu Lintas Usia Dini (Salud) yang diharapkan dapat menularkan kepada ibu-ibu PKK. Karena, ibu berperan dalam mengajari anaknya sesak kecil.

"Sebenarnya kami sudah buat materi (pelajaran tentang keselamatan berlalu lintas). Nanti kami sampaikan ke Diknas. Nanti bisa menjadi bahan bacaan atau materi guru. Jadi ini sebagai pendorong saja. Sehingga saat dewasa mereka sudah paham, dan pelanggaran lalu lintas diharapkan berkurang," tutur Pandu.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
Penyebab Kecelakaan...
Penyebab Kecelakaan Mobil yang Ditumpangi Anggota DPR dari PKB Gus Hilman, Sopir Diduga Mengantuk
Anggota DPR dari PKB...
Anggota DPR dari PKB Muhammad Hilman Mufidi Lewati Masa Kritis setelah Kecelakaan di Tol
Anggota DPR dari PKB...
Anggota DPR dari PKB Muhammad Hilman Mufidi Kecelakaan di Tol, 2 Staf Tewas
Kronologi 2 Orang Tewas...
Kronologi 2 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol JORR Cakung
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Rekomendasi
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
Penyebab 135 Anak di...
Penyebab 135 Anak di Bojonegoro Nikah Dini pada Januari-April 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved