alexametrics

Kebakaran Hutan Gunung Ciremai Hanguskan 150 Hektare Lahan

loading...
Kebakaran Hutan Gunung Ciremai Hanguskan 150 Hektare Lahan
Hingga sabtu pagi, kebakaran hutan di Gunung Ciremai Kuningan Jawa Barat, hingga kini masih belum dapat di padamkan dan terus meluas. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
KUNINGAN - Hingga sabtu pagi, kebakaran hutan di Gunung Ciremai Kuningan Jawa Barat, hingga kini masih belum dapat di padamkan dan terus meluas. Petugas BPBD Kuningan mencatat, sedikitnya kurang lebih 150 hektare area lahan hutan yang sudah terbakar. Sebanyak 152 petugas gabungan masih terus dikerahkan untuk menanggulangi kebakaran tersebut serta belum diketahui penyebab kebakaran ini.

Kebakaran yang melanda hutan di lereng Gunung Ciremai, tepatnya di kawasan hutan Desa Padabenghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus meluas. Petugas masih terus berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Lokasi yang sulit serta angin kencang membuat petugas kesulitan memadamkan api. Kebakaran ini di perkirakan ketinggian 800 sampai 1200 mdpl di atas permukaan laut.

"Luas lahan yang terbakar di kawasan TNGC kurang lebih 150 hektare," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin di Kuningan, Kamis (24/10/2019).



Ia mengatakan kawasan yang terbakar yaitu vegetasi habitat semak, ilalang dan rimba campu, sehingga sangat mudah dilalap api. Menurutnya, kebakaran sudah terjadi sejak Senin (21/10/2019) dan sampai Kamis (24/10/2019) api juga belum dapat dipadamkan, karena berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. "Sudah empat hari kebakaran belum dapat dipadamkan, kami juga terkendala minimnya personel," ujarnya.

Saat ini, katanya, masih ada tiga titik kepulan asap yang terpantau yaitu Blok Gunung Dulang, Sadarehe dan Blok Leuweung Gede, di ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pihaknya bersama tim dari TNI, Polri, BPBD, TNGC dan juga relawan lainnya masih melakukan upaya pemadaman dengan cara manual. "Ada tiga titik kepulan asap yang terpantau dan masuk wilayah penanganan kami," demikian Agus Mauludin.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak