alexametrics

Mengaku Petugas KPK, Pria Asal Banyuwangi Peras Kepala Sekolah di Buton

loading...
Mengaku Petugas KPK, Pria Asal Banyuwangi Peras Kepala Sekolah di Buton
Mengaku sebagai penyidik KPK seorang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur melakukan pemerasan di sejumlah sekolah di Kabupaten Buton, Sultra. Foto Kapolres Buton AKBP Agung Ramos Paretongan saat ekspose barang bukti/iNews TV/Andhy E
A+ A-
BUTON - Mengaku sebagai penyidik KPK seorang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur melakukan pemerasan di sejumlah sekolah di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi lelaki ini terhenti ketika Satuan Reskrim Polres Buton berhasil menangkapnya saat sedang melakukan pemerasan terhadap salah satu kepala sekolah di Kabupaten Buton.

Soleh (44) pria asal Banyuwangi, Jawa Timur ditangkap polisi setelah melakukan pemerasan di sejumlah sekolah di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pelaku melakukan aksi pemerasan bersama dua orang temannya dengan mengaku dari lembaga Komite Pemberantasan Korupsi (KPK).



Komplotan ini mendatangi sekolah-sekolah dengan meminta data laporan keuangan sekolah dan meminta uang jutaan rupiah terhadap korbannya. Dalam aksinya komplotan ini kerap mengancam para korbannya dengan cara memproses secara hukum.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang sekitar Rp3 juta, lencana KPK dan juga tanda pengenal yang bertuliskan Komite Pemberantasan Korupsi

Kapolres Buton AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga mengatakan, polisi sudah menulusuri surat tugas khusus tersebut namun tidak bisa dipertanggung jawabkan dan illegal.

Dia menambahkan, pelaku bersama dua orangnya melakukan pemerasan terhadap sekolah dan ada sekolah yang telah memberikan uang Rp10 juta kepada komplotan ini.

“Pelaku kini diamankan di ruang tahanan Mapolres Buton pelaku dikenakan Pasal 368 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” kata Kapolres.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak