Kemenag RI Apresiasi Kinerja UPZ BAZNAS dalam Tingkatkan Kesejahteraan Umat
Senin, 02 September 2024 - 19:11 WIB
loading...
Kementerian Agama (Kemenag) RI mengapresiasi kinerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS RI yang turut membantu meningkatkan kesejahteraan umat. (Foto: dok BAZNAS)
A
A
A
BOGOR - Kementerian Agama (Kemenag) RI mengapresiasi kinerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS RI yang turut membantu meningkatkan kesejahteraan umat. Apresiasi ini disampaikan oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin pada pembukaan Rapat Kerja (Raker) UPZ Tingkat Nasional 2024 bertema “Membangun Profesionalisme Pengelolaan Zakat di UPZ dengan Keselarasan Gerak Langkah dan Tujuan Untuk Meningkatkan Kemanfaatan Umat" yang diselenggarakan di Bogor, Senin (2/9/2024).
"Atas nama pemerintah, mewakili pak menteri, dalam hal ini mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya dan apresiasi setinggi-tingginya kepada kita semua yang telah bekerja secara terus menerus, berikhtiar untuk meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa bernegara di Indonesia," ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin.
Selain itu, Kamaruddin juga mengimbau kepada seluruh UPZ untuk melakukan optimalisasi pengumpulan zakat. Di mana saat ini, UPZ masih fokus pada zakat profesi belum pada zakat tunjangan kinerja dan yang lainnya.
"Sementara potensi zakat mal, seperti zakat emas, harta kekayaan, investasi dan lain-lain belum tercover. Ini artinya bahwa potensinya masih ada yang belum tercover dan potensi ke depan akan lebih besar," ucapnya.
Kamaruddin menambahkan bahwa UPZ juga perlu memperhatikan tata kelola dan akuntabilitas.
"Atas nama pemerintah, mewakili pak menteri, dalam hal ini mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya dan apresiasi setinggi-tingginya kepada kita semua yang telah bekerja secara terus menerus, berikhtiar untuk meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa bernegara di Indonesia," ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin.
Selain itu, Kamaruddin juga mengimbau kepada seluruh UPZ untuk melakukan optimalisasi pengumpulan zakat. Di mana saat ini, UPZ masih fokus pada zakat profesi belum pada zakat tunjangan kinerja dan yang lainnya.
"Sementara potensi zakat mal, seperti zakat emas, harta kekayaan, investasi dan lain-lain belum tercover. Ini artinya bahwa potensinya masih ada yang belum tercover dan potensi ke depan akan lebih besar," ucapnya.
Kamaruddin menambahkan bahwa UPZ juga perlu memperhatikan tata kelola dan akuntabilitas.
Lihat Juga :