Geisz Chalifah Beberkan Cerita di Balik Anies Batal Diusung PDIP di Pilkada Jakarta
Jum'at, 30 Agustus 2024 - 11:45 WIB
loading...
Anies Baswedan bersama Rano Karno dalam sebuah kesempatan. Anies Baswedan batal diusung PDIP di Pilkada Jakarta 2024. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Orang dekat Anies Rasyid Baswedan , Geisz Chalifah mengungkap sempat ada rencana deklarasi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) untuk mengusung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024 bersama Rano Karno. Namun, mendadak terjadi penundaan hingga akhirnya muncul duet Pramono Anung-Rano Karno.
"Anies diundang ke DPD PDIP Sabtu, 24 Agustus 2024. Kemudian pada hari Minggu malam tanggal 25 Agustus dua elite PDIP mendatangi Anies di Markas Anies di Jakarta Selatan untuk menandatangani berkas," kata Geisz dalam keterangannya, Jumat (30/8/2024).
"Senin, 26 Agustus Anies diminta hadir ke DPP PDIP untuk bertemu dengan Rano Karno (ada rencana deklarasi). Anies diminta hadir di gedung belakang DPP PDIP, bertemu dengan Rano Karno dan teman-teman PDIP. Kemudian mendadak terjadi 'perubahan situasi' yang kemudian dikatakan untuk ditunda. Lalu sore hari terjadi perubahan nama yang kemudian dicalonkan adalah Pramono Anung dan Rano Karno. Cerita di balik itu adalah cerita yang sama dengan partai-partai sebelumnya yang mendukung Anies tapi lebih kompleks," tambahnya.
Geisz menceritakan soal Anies diminta PDIP untuk maju di Pilkada Jawa Barat dan memang ada tawaran itu. Menurutnya, Anies memang bersedia maju apabila ada aspirasi warga maupun DPW dan DPD partai.
"Anies diundang ke DPD PDIP Sabtu, 24 Agustus 2024. Kemudian pada hari Minggu malam tanggal 25 Agustus dua elite PDIP mendatangi Anies di Markas Anies di Jakarta Selatan untuk menandatangani berkas," kata Geisz dalam keterangannya, Jumat (30/8/2024).
"Senin, 26 Agustus Anies diminta hadir ke DPP PDIP untuk bertemu dengan Rano Karno (ada rencana deklarasi). Anies diminta hadir di gedung belakang DPP PDIP, bertemu dengan Rano Karno dan teman-teman PDIP. Kemudian mendadak terjadi 'perubahan situasi' yang kemudian dikatakan untuk ditunda. Lalu sore hari terjadi perubahan nama yang kemudian dicalonkan adalah Pramono Anung dan Rano Karno. Cerita di balik itu adalah cerita yang sama dengan partai-partai sebelumnya yang mendukung Anies tapi lebih kompleks," tambahnya.
Geisz menceritakan soal Anies diminta PDIP untuk maju di Pilkada Jawa Barat dan memang ada tawaran itu. Menurutnya, Anies memang bersedia maju apabila ada aspirasi warga maupun DPW dan DPD partai.
Lihat Juga :