Pembangunan Museum Bubakan Semarang Ditarget Selesai November
Rabu, 26 Agustus 2020 - 14:01 WIB
loading...
Sejumlah pekerja saat mengerjakan pembangunan museum Bubakan, Semarang. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Proyek pembangunan Museum Bubakan Semarang senilai Rp15 miliar ditargetkan selesai pada November 2020. Dengan angggaran sebesar itu, museum tersebut akan dilengkapi dengan polder, sclupture dan jembatan kaca.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan Bundaran Bubakan nantinya akan menjadi kawasan yang menarik, karena selain menjadi destinasi wisata dengan sclupture dan jembatan kaca, ada sarana edukasi yaitu belajar mengenai sejarah Kota Lama Semarang. Selain itu juga berfungsi sebagai pengendali banjir dengan kolam poldernya. (Baca: Ganjar Ancam Tutup Perusahaan yang Buang Limbah ke Bengawan Solo)
"Bubakan ini kalau sudah selesai akan menjadi destinasi yang menarik. Bagian bawahnya ada kolam polder yang memiliki fungsi retensi banjir, di atasnya ada kolam indah yg dilengkapi dengan jembatan kaca serta terdapat museum Kota Lama Semarang dan ada artefak berupa ujung benteng (bastion) Kota Lama," ujar Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (26/8/2020).
Artefak yang dimaksud adalah ujung benteng yang ditemukan di bawah Bundaran. Artefak tersebut nantinya akan dipertontonkan di dalam sebuah kotak kaca sehingga pengunjung bisa melihat secara langsung peninggalan sejarah kota lama.
Adanya proses pembangunan museum tersebut mengharuskan pemberlakuan penutupan sementara jalan di seputaran Bundaran Bubakan. Penutupan jalan telah dimulai pada Sabtu (22/8) lalu hingga 22 November 2020 mendatang. Namun untuk menghindari kemacetan, penutupan jalan akan dibagi menjadi empat segmen dan penutupan akan dilaksanakan secara bergantian sesuai jadwal pengerjaan. (Baca: Gairah Museum Lawang Sewu Semarang di Era New Normal)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan Bundaran Bubakan nantinya akan menjadi kawasan yang menarik, karena selain menjadi destinasi wisata dengan sclupture dan jembatan kaca, ada sarana edukasi yaitu belajar mengenai sejarah Kota Lama Semarang. Selain itu juga berfungsi sebagai pengendali banjir dengan kolam poldernya. (Baca: Ganjar Ancam Tutup Perusahaan yang Buang Limbah ke Bengawan Solo)
"Bubakan ini kalau sudah selesai akan menjadi destinasi yang menarik. Bagian bawahnya ada kolam polder yang memiliki fungsi retensi banjir, di atasnya ada kolam indah yg dilengkapi dengan jembatan kaca serta terdapat museum Kota Lama Semarang dan ada artefak berupa ujung benteng (bastion) Kota Lama," ujar Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (26/8/2020).
Artefak yang dimaksud adalah ujung benteng yang ditemukan di bawah Bundaran. Artefak tersebut nantinya akan dipertontonkan di dalam sebuah kotak kaca sehingga pengunjung bisa melihat secara langsung peninggalan sejarah kota lama.
Adanya proses pembangunan museum tersebut mengharuskan pemberlakuan penutupan sementara jalan di seputaran Bundaran Bubakan. Penutupan jalan telah dimulai pada Sabtu (22/8) lalu hingga 22 November 2020 mendatang. Namun untuk menghindari kemacetan, penutupan jalan akan dibagi menjadi empat segmen dan penutupan akan dilaksanakan secara bergantian sesuai jadwal pengerjaan. (Baca: Gairah Museum Lawang Sewu Semarang di Era New Normal)
Lihat Juga :