Pabrik Kelapa Sawit di Sambas Dibakar, Polisi Didesak Turun Tangan

Kamis, 29 Agustus 2024 - 20:00 WIB
loading...
Pabrik Kelapa Sawit...
Perusakan dan pembakaran terjadi di PKS PT Wana Hijau Semesta (WHS), Desa Sebunga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (28/8/2024). Foto/Dok. SINDOnews
A A A
SAMBAS - Insiden perusakan dan pembakaran terjadi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Wana Hijau Semesta (WHS), Desa Sebunga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (28/8/2024). Ini merupakan peristiwa kedua yang terjadi selama kurun waktu satu bulan terakhir.

HRD PT Alfa Ledo & Afiliasi Donny Aribowo, selaku saksi mata mengatakan, insiden perusakan itu terjadi Rabu (28/8/2024, sekitar pukul 11.00 WIB. Sebanyak tiga orang masuk ke area perusahaan membawa mandau.

Selain ketiga orang tersebut, sejumlah masyarakat yang diperkirkan 100 orang lainnya menghadang di dekat portal pintu masuk area perkantoran. "Mereka melakukan aksi perusakan karena buah ( sawit ). Kami karyawan keluar kantor dengan kondisi mereka merusak bagian dalam kantor," katanya. Baca juga: Puluhan Hektare Perkebunan Kelapa Sawit Terbakar, Asap Tebal Selimuti Desa Alang Bon-Bon

Dia menduga, oknum masyarakat melakukan aksi anarkis karena adanya surat edaran yang dikeluarkan PT Alfa Ledo & Afiliasi kepada PKS di sekitar perusahaan untuk tidak menerima Tandan Buah Segar (TBS) hasil curian.
Insiden perusakan itu berawal dari surat berupa imbauan kepada PKS eksternal agar tidak lagi menerima buah curian dari area perkebunan.

Surat imbauan tegas kepada PKS tersebut dikarenakan TBS selama ini sudah sangat meresahkan perusahaan. Penampungan TBS curian di sekitar perusahaan juga semakin banyak. "Surat yang dibuat perusahaan tadi saya yang menyerahkan ke PKS," jelasnya.

Dia menjelaskan perusahaan sudah beberapa kali menangkap pelaku pencurian dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Ditreskrimum Polda Kalbar. Namun hal ini tidak membuat efek jera kepada oknum masyarakat. Mereka selalu melakukan tindakan kekerasan dan pengerusakan setelah pelaku ditangkap.

Karyawan yang bekerja juga diintimidasi oknum masyarakat pelaku pencurian tersebut. "Mereka (PKS) yang di antaranya PT Wawasan Kebun Nusantara (WKN) dan PT Mitra Utama Bintang (MUB) menindaklanjuti dengan tidak menerima buah curian. Karena larangan tadi mereka (masyarakat) bertindak dengan menyerang kantor besar dan membakar PKS WHS. Masyarakat sekitar tahu kelompok buah tidak diterima," ujarnya.

Dia berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku terhadap pencurian TBS dan ramp liar. "Sehingga iklim usaha perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sambas dapat lebih aman, kondusif, dan ada kepastian hukum," tuturnya. Baca juga: Pontianak Gempar! Bocah 6 Tahun Tewas Terbungkus Karung, Dibunuh Ibu Tiri?

Sebelumnya pada Rabu 23 Juli 2024, insiden perusakan dan pencurian terjadi di lokasi serupa. PT Wana Hijau Semesta menderita kerugian materi sangat besar dan membuat keluarga ketakutan.

Atas perbuatan itu, perusahaan sudah melaporkan kejadian ke aparat Polda Kalimantan Barat . Aparat Polda Kalimantan Barat sudah menangani dugaan perusakan dan pencurian itu. "Kami akan lidik dan ungkap pelakunya," kata Wakil Kepala Polda Kalimantan Barat, Brigjen Pol Roma Hutajulu.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
PTPN IV Manfaatkan Teknologi...
PTPN IV Manfaatkan Teknologi Satelit untuk Pengawasan Kebun Sawit
Program Sawit Dorong...
Program Sawit Dorong UMKM Desa Wisata Tanjung Lesung Lebih Produktif
Olenka dan BPDP Gelar...
Olenka dan BPDP Gelar SWOT di Bekasi, Kupas Manfaat Sawit untuk Keseharian
PASPI: Pengembangan...
PASPI: Pengembangan SDM Kelapa Sawit Kunci Daya Saing Global
Pos Pengamanan di Nabire...
Pos Pengamanan di Nabire Ditembaki dan Dibakar, 2 Orang Ditemukan Tewas
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Rekomendasi
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Berita Terkini
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved