Menakar Peluang Repol-Ardo di Pilkada Kampar 2024
Sabtu, 17 Agustus 2024 - 22:20 WIB
loading...
Ketua DPD Golkar Kampar, Repol (kiri) dan Ketua DPD Demokrat Kampar, Rahmat Jevari Juniardo (kanan) saat menerima SK Golkar untuk berpasangan di Pilkada Kampar. Foto/Ist
A
A
A
KAMPAR - Sejumlah kandidat Pilkada Kabupaten Kampar 2024 mulai muncul dengan klaim basis masing-masing. Dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 600 ribu lebih, Kabupaten Kampar menjadi salah satu lumbung suara potensial dalam peta politik Provinsi Riau 2024 ini.
Sehingga bakal terjadi tarik menarik dalam arah koalisi partai-partai maupun tokoh-tokoh politik baik di Riau maupun di Kampar sendiri.
Baca juga: Begini Proses Terjadinya Ombak di Sungai Kampar atau Bono Kampar
Salah satu tokoh yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kampar adalah Rahmat Jevary Juniardo atau akrab di sapa Bung Ardo, putra mantan Bupati Kampar 2 periode, Jefry Noer.
Pengamat politik Riau, Tito Handoko melihat dinamika politik yang terjadi di Kampar sangat unik dan rumit. Dia menyebut bahwa bagi tokoh politik, bila ingin membangun koalisi menghadapi Pilkada Kampar seharusnya mempertimbangkan aspek keterwakilan dari suku-suku yang ada.
Kampar terdiri dari bermacam-macam suku dan terbagi oleh beberapa wilayah. Masing-masing suku maupun wilayah memiliki arah dukungan politik sendiri-sendiri berdasarkan kepentingan mereka masing-masing.
Baca juga: KPU Pastikan Gunakan Sirekap di Pilkada Serentak 2024
Sehingga bakal terjadi tarik menarik dalam arah koalisi partai-partai maupun tokoh-tokoh politik baik di Riau maupun di Kampar sendiri.
Baca juga: Begini Proses Terjadinya Ombak di Sungai Kampar atau Bono Kampar
Salah satu tokoh yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kampar adalah Rahmat Jevary Juniardo atau akrab di sapa Bung Ardo, putra mantan Bupati Kampar 2 periode, Jefry Noer.
Pengamat politik Riau, Tito Handoko melihat dinamika politik yang terjadi di Kampar sangat unik dan rumit. Dia menyebut bahwa bagi tokoh politik, bila ingin membangun koalisi menghadapi Pilkada Kampar seharusnya mempertimbangkan aspek keterwakilan dari suku-suku yang ada.
Kampar terdiri dari bermacam-macam suku dan terbagi oleh beberapa wilayah. Masing-masing suku maupun wilayah memiliki arah dukungan politik sendiri-sendiri berdasarkan kepentingan mereka masing-masing.
Baca juga: KPU Pastikan Gunakan Sirekap di Pilkada Serentak 2024
Lihat Juga :