Dugaan Penganiayaan Ketua BEM UNY, Ini Fakta yang Diungkapkan Pihak Kampus

Kamis, 15 Agustus 2024 - 11:05 WIB
loading...
Dugaan Penganiayaan...
Ketua Panitia Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun 2024, Arwan Nur Ramadhan. Foto/Istimewa
A A A
YOGYAKARTA - Ketua Panitia Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun 2024, Arwan Nur Ramadhan meluruskan informasi yang sempat viral dalam satu Minggu terakhir.

Menurutnya, tuduhan bahwa dirinya melakukan penganiayaan terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UNY, Farras Raihan tidak benar. Walaupun kata dia, videonya terlanjur viral tapi kejadian yang sebenarnya tidak demikian.

Arwan Nur Ramadhan menegaskan, bahwa pada waktu itu dia hanya sekedar mau mengambil pengeras suara yang dipegang Farras Raihan, karena suaranya provokatif dan menganggu kegiatan pemulangan mahasiswa baru ke fakultas dalam kegiatan PKKMB Tahun 2024.

Baca Juga: Viral Video Mahasiswa Dicekik Dosen saat Demo di UNY, Begini Faktanya

Namun kata dia, dalam video yang sudah viral itu pada saat dia hendak mengambil pengeras suara tersebut agar kegiatan provokatif segera dihentikan karena sudah menganggu kelancaran dalam pemulangan mahasiswa baru ke fakultas.

“Saya diframing ke berbagai media seolah-olah sedang memukul Farras Raihan. Padahal kejadian aslinya saya hendak mau mengambil pengeras suara yang sedang dipegang dia, karena dia melakukan tindakan provokatif saat kegiatan PKKMB 2024,” kata Arwan, Kamis (15/8/2024).

Arwan mengaku sangat menyayangkan Farras Raihan mahasiswanya sendiri, tegas memfitnah telah melakukan penganiayaan. Apalagi sampai menyebarkan video yang faktanya hanya sekedar hendak mengambil pengeras suara, bukan memukul atau mencekik.

Bahkan dia bersumpah di depan para jurnalis yang hadir, sama sekali tidak memukul atau mencekik.

Baca Juga: Kisah Heroik Letnan Kolonel Inf (Purn) Untung Suroso Pimpin Kopassus Tumpas Teroris Cuma 2 Menit 49 Detik

Dosen Departemen Pendidikan Administrasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNY itu, pada hari Rabu (14/08/2024) kemaren sudah memberikan klarifikasi secara langsung kepada Irjen Kemendagri yang datang langsung ke kampus UNY.

Dia menyampaikan semua fakta di lapangan, dan menyertakan semua bukti yang dia punya serta kronologis kejadian.

“Saya sebagai dosen tidak mungkin punya niat ingin memukul mahasiswa sendiri, sekali lagi saya tegas itu bukan pemukulan atau pencekikan tapi hendak mengambil pengeras suara. Saya sudah sampaikan semua fakta tersebut beserta bukti,” ungkapnya.

Selain menyampaikan semua kronologis peristiwa itu kepada Irjen Kemendikbudristek RI, Arwan Nur Ramadhan mengaku juga telah melaporkan suksesnya kegiatan PKKMB 2024 kepada Rektor UNY.

Dia berharap semua kesalahfahaman serta distorsi informasi yang selama ini sengaja disetting, diframing dengan keji bisa selesai dengan damai. Apalagi semua kesalahfahaman ini terjadi antara dia dengan mahasiswanya sendiri.

“Kewajiban saya sebagai manusia, hanya bisa meluruskan informasi fakta yang sebenarnya. Semoga peristiwa ini bisa memberikan pelajaran bagi kita semua, termasuk kepada diri saya sendiri agar lebih berhati-hati dalam mendidik mahasiswa serta membimbing mereka ke jalan yang semestinya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya sebuah video telah viral di media sosial menunjukkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang dosen terhadap Ketua BEM Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Farras Raihan.

Peristiwa ini terjadi saat BEM UNY menggelar aksi unjuk rasa di akhir kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Selasa (6/8).

Segerombolan oknum mahasiswa lama menyamar seolah-olah sebagai mahasiswa baru untuk mengelabuhi petugas agar bisa masuk di area GOR yang sudah diatur bahwa yang diizinkan untuk masuk adalah panitia dari unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan.

Dalam video tersebut, terlihat dosen tersebut diduga mencekik Farras ketika para mahasiswa, yang mengenakan almamater biru tua, sedang menyampaikan aspirasi mereka.

Akhirnya, setelah mendengar berita yang simpang-siur dan merugikan nama baiknya, Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNY itu langsung memberikan klarifikasi fakta yang sebenarnya di lapangan.

Dia tidak ingin video yang tidak utuh tersebut menjadi berita yang menyesatkan banyak orang.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Rekomendasi
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Berita Terkini
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved