Cetak Atlet Profesional, Kemenpora Resmikan Mastabe Football Academy
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
Hamka juga meminta agar Mastabe Football Academy sering menyelenggarakan kompetisi antar sekolah sepak bola. Hal ini dianggap sangat penting untuk melihat kemampuan bakat dan skill anak-anak binaannya.
“Yang lebih penting adalah karena banyaknya SSB, kalau boleh kompetisi. Mengadu ketajaman skill, puncaknya kompetisi, jadi bikinlah kompetisi se-Jakarta Timur, undang Kementerian untuk melihat talent-talent yang ada siapa tahu bisa masuk ke Pelatda,” pungkasnya.
CEO Mastabe Football Acaremy Muhammad Afif Syauqi mengucapkan terima kasih kepada perwakilan Kemenpora yang telah mendukung pendirian sekolah sepak bola usia 6-14 tahun ini. Mastabe FA akan melakukan pembinaan yang baik sejak usia dini.
“Kami menyadari ini adalah kunci untuk menciptakan generasi pemain sepak bola yang unggul. Bagi kami, salah satu langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut adalah dengan model pencarian bakat yang tepat dan sistematis. Pencarian bakat yang sistematis harus dimulai dari level akar rumput, yaitu sekolah sepak bola yang dibekali dengan kurikulum khusus. Skema ini akan melibatkan berbagai pihak. Mulai pelatih di sekolah sepak bola hingga tim scouting profesional,” jelas Afif.
“Yang lebih penting adalah karena banyaknya SSB, kalau boleh kompetisi. Mengadu ketajaman skill, puncaknya kompetisi, jadi bikinlah kompetisi se-Jakarta Timur, undang Kementerian untuk melihat talent-talent yang ada siapa tahu bisa masuk ke Pelatda,” pungkasnya.
CEO Mastabe Football Acaremy Muhammad Afif Syauqi mengucapkan terima kasih kepada perwakilan Kemenpora yang telah mendukung pendirian sekolah sepak bola usia 6-14 tahun ini. Mastabe FA akan melakukan pembinaan yang baik sejak usia dini.
“Kami menyadari ini adalah kunci untuk menciptakan generasi pemain sepak bola yang unggul. Bagi kami, salah satu langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut adalah dengan model pencarian bakat yang tepat dan sistematis. Pencarian bakat yang sistematis harus dimulai dari level akar rumput, yaitu sekolah sepak bola yang dibekali dengan kurikulum khusus. Skema ini akan melibatkan berbagai pihak. Mulai pelatih di sekolah sepak bola hingga tim scouting profesional,” jelas Afif.
(cip)
Lihat Juga :