Mengenal Kereta Singa Barong, Peninggalan Unik Keraton Kasepuhan Cirebon

Jum'at, 09 Agustus 2024 - 15:24 WIB
loading...
Mengenal Kereta Singa...
Kereta Singa Barong menjadi salah satu peninggalan bersejarah Keraton Kasepuhan Cirebon. Menurut riwayatnya, dulu kereta ini dipakai sebagai kendaraan Sultan. Foto/Ist
A A A
KERETA Singa Barong menjadi salah satu peninggalan bersejarah Keraton Kasepuhan Cirebon. Menurut riwayatnya, dulu kereta ini biasa dipakai sebagai kendaraan Sultan saat menggelar acara penting seperti upacara kirab hingga penobatan raja.

Melihat asal usul sejarahnya, Kereta Singa Barong dibuat sekitar abad ke-15 Masehi. Pencetusnya sendiri adalah Panembahan Losari beserta ahli ukirnya.

Baca juga: Kisah Pujangga Mpu Prapanca dan Mpu Sutasoma Catat Sejarah Majapahit

Sebagaimana kereta khas zaman dulu, Kereta Singa Barong ditarik oleh hewan ketika digunakan. Pada eranya, kereta ini bahkan disebut memiliki teknologi canggih yang jarang ditemui.

Lebih jauh, seperti apa sebenarnya Kereta Singa Barong ini? Berikut ulasannya yang bisa disimak.

Kereta Singa Barong


Saat ini, Kereta Singo Barong menjadi salah satu ikon budaya Cirebon. Di dalamnya, peninggalan tersebut menyimpan kebanggaan tersendiri dari warisan sejarah pembuatnya di masa lalu.

Berkaitan dengan asal-usulnya, nama Kereta Singa Barong berasal dari kata 'Singarani' yang artinya 'memberi nama' dan 'Barong' yang berarti 'bebarengan atau bersama-sama'. Jadi, Singa Barong setidaknya bisa diartikan “memberi nama bersama-sama”.

Baca juga: Kisah Tragis Ronggolawe, Kesetiaan Bela Raja Majapahit Berujung Kematian dengan Cap Pemberontak

Mengutip jurnal berjudul “Kereta Singo Barong di Keraton Kasepuhan Cirebon” dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, sisi menarik kendaraan tersebut terletak pada ukirannya yang berbentuk hewan aneh dan langka. Bahkan, hewan semacam itu tidak pernah dijumpai di alam ini.

Ukiran-ukiran di tubuhnya menggambarkan beberapa bentuk bagian tubuh hewan. Di antaranya seperti sayap burung, kepala naga yang menjulurkan lidah hingga belalai gajah yang memegang senjata Trisula.

Konon, ciri-ciri ukiran hewan aneh itu ditujukan untuk memberi gambaran kepada masyarakat bahwa konstruksi kebudayaan Cirebon di masa lampau terbentuk dari tiga unsur berbeda.

Masing-masing adalah burung yang menggambarkan budaya Timur Tengah (agama Islam), Gajah menggambarkan India atau Hindu hingga naga yang menggambarkan China atau Budha.

Lebih jauh, kereta ini dibuat menggunakan bahan kayu laban. Lalu, warnanya dibalut dengan cat dari bahan campuran serbuk emas dan intan. Sementara tenaga penariknya adalah empat ekor kebo bule.

Menariknya lagi, Kereta Singa Barong telah mengenal suspensi dengan menyusun pegas lempengan besi yang dilapisi karet-karet pada bagian empat rodanya.

Teknologi ini tak hanya membuatnya terasa empuk, tetapi badan kereta juga bisa bergoyang-goyang ke belakang dan ke depan, sehingga bisa membuat sayap kereta bergerak-gerak serta terlihat seperti sedang terbang.

Saat ini, Kereta Singa Barong tersimpan di Museum Keraton Kasepuhan. Selain versi aslinya, terdapat juga hasil tiruannya yang juga disimpan dengan aman.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Asal-Usul dan Kisah...
Asal-Usul dan Kisah Puasa Tarwiyah-Arafah
Kenapa Dinamakan Bulan...
Kenapa Dinamakan Bulan Zulkaidah? Ini Sejarah dan Asal-usul Lengkapnya
Asal-usul Nama Bulan...
Asal-usul Nama Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, Cek Penjelasannya di Sini!
Rekomendasi
Mobil Listrik Denza...
Mobil Listrik Denza Dipajang di Pameran Seni ArtMoments 2026, Ada Apa?
Resmi Kolaborasi dengan...
Resmi Kolaborasi dengan MNC Group untuk Piala AFF 2026, Reza Arap: Saya Merasa Sangat Terhormat
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Berita Terkini
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved